31 Imigran Bangladesh Direlokasi ke Rudenim Pekanbaru

31 Imigran Bangladesh Direlokasi ke Rudenim Pekanbaru

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Sebanyak 31 imigran asal Bangladesh yang sebelumnya diamankan oleh TNI Angkatan Laut dan sempat ditampung di kantor Imigrasi Dumai dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru, Provinsi Riau. 

     
"Mekanismenya memang harus ke Rudenim dari kantor Imigrasi. Nanti kita periksa berita acaranya atau kelengkapan lainnya untuk keperluan deportasi," kata Kepala Rudenim Pekanbaru, Junio Sigalingging di Pekanbaru, Senin (6/8/2018).

     
Junio mengatakan seluruh imigran Bangladesh terdiri dari 30 pria dan satu wanita tersebut tiba di Kota Pekanbaru setelah menempuh perjalanan darat selama lima jam dari Kota Dumai, siang hari ini. 

     
Setibanya di Rudenim Pekanbaru, petugas akan memeriksa berita acara pemeriksaan (BAP) yang sebelumnya telah dilakukan oleh kantor imigrasi Kota Dumai. 

     
Selain itu, Rudenim Pekanbaru juga akan memeriksa kelengkapan dokumen, identitas diri termasuk paspor sebelum proses deportasi dilakukan. 

    
Lebih jauh, Rudenim Pekanbaru juga akan segera menyurati kedutaan besar Bangladesh di Jakarta dan memberitahukan bahwa terdapat warga mereka yang saat ini berada di penampungan sementara di Provinsi Riau. 

     
"Itu bentuk diplomasi kita. Karena Bangladesh punya kedutaan di Jakarta, kita komunikasi dengan mereka dan memberitahukan bahwa ada warga mereka di Rudenim Pekanbaru," jelasnya. 

     
Junio berharap seluruh upaya tersebut membuahkan hasil sehingga proses deportasi dapat segera direalisasikan. 


Sejauh ini, dia juga memastikan seluruh imigran Bangladesh yang sejatinya hendak masuk ke Malaysia secara gelar melalui Dumai itu dalam kondisi sehat. 

     
Seperti diberitakan sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan, 31 WNA diduga akan dikirim ke negara Malaysia secara illegal melalui jalur laut.

     
Penangkapan awalnya dilakukan oleh unit intel. Mereka menerima informasi dari masyarakat tentang rencana pengiriman WN Banglades dari Silinsing, Kota Dumai yang akan dikirim menuju Malaysia.

     
Menindaklanjuti informasi tersebut, dua unsur patroli yang terdiri dari Sea Rider 1 dan Sea Rider 2, melaksanakan penyekatan di perairan Selinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis.

     
Kemudian tim darat yang terdiri dari personel Unit Intel Lanal Dumai melakukan pengintaian di sekitar hutan Silinsing jalan raya Dumai-Pakning, Kecamatan Medang Kampai.

     
Setelah diadakan patroli laut selama dua hari di sekitar perairan Silinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis, tim Sea Rider 1 melihat sebuah speed boat melintas dengan kecepatan tinggi menuju daratan Silingsing.

     
Kedua tim Sea Rider langsung melakukan pengejaran terhadap speed itu. Namun mereka berhasil kabur ke arah laut lepas. Pengintaian dilanjutkan oleh tim darat dengan melakukan penyisiran ke hutan di Desa Silinsing.

     
Tim menemukan puluhan WNA Banglades yang disembunyikan di hutan Silinsing, atau  sekitar 100 meter dari bibir pantai. [don]