Begini Siasat Perusahaan Ini Pengaruhi Masyarakat Tekan Karhutla

Begini Siasat Perusahaan Ini Pengaruhi Masyarakat Tekan Karhutla

Begini Siasat Perusahaan Ini Pengaruhi Masyarakat Tekan Karhutla

Beritariau.com, Pekanbaru - PT Bukit Batu Hutani Alam (Sinarmas Group) kembali mengucurkan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di Desa Tenggayun, Kabupaten Bengkalis,Riau.

Program tersebut merupakan salah satu upaya perusahaan yang bergerak dalam bidang konsesi tersebut untuk turut bersama menekan angka Karhutla ke masyarakat desa.

Melalui program itu, perusahaan selanjutnya memberikan apresiasi berupa berbagai bantuan pertanian bagi desa yang berhasil mencegah Karhutla.

Kali ini, bantuan berupa Saprodi (Sarana Produksi) Budidaya Ubi Kayu diberikan kepada masyarakat Desa Tenggayun, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Kepala Humas PT BBHA melalui seksi CD-CSR Muhammad Irwanto SH mengungkapkan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam menjalankan perintah Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

"Selain itu program, DMPA yang dijalankan ini merupakan sinergitas perusahaan dalam mendukung program "Zero Fire" yang dijalankan oleh pemerintah dalam pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan," ujar Irwanto, Senin (30/7/2018).

Menurut Irwanto, untuk bantuan budidaya ubi kayu ini merupakan salah satu bantuan yang diberikan kepada masyarakat Desa Tenggayun.

Sebelumnya PT BBHA juga mengucurkan bantuan budidaya padi, bantuan jaring ikan, bantuan budidaya cabe dan terakhir Bantuan Budidaya Ubi Kayu. Total bantuan yang diberikan perusahaan sekitar Rp98.000.000.

Irwanto menyebutkan, program DMPA ini melibatkan Bumdes Tenggayun Sejahtera sebagai wadah pertanggungjawaban penerima manfaat atas bantuan yang dikucurkan.

Sebab, kata Irwan, program ini sifatnya bergulir maka diberikan bantuan melalui perantara Bumdes yang ada. Agar program ini bisa bergulir kepada penerima manfaat lain‎.

"Program ini diharapkan Dapat berjalan dan termonitor dengan baik. Maka PT BBHA juga melakukan seleksi kepada sarjana yang berasal dari anak Desa Tenggayun untuk diberikan pembekalan sebagai tenaga pendamping DMPA dan memperoleh gaji bulanan," jelas Irwanto. [ard]