Kasus Mandek, Polda Riau Bantu Polresta Pekanbaru

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru dinilai tak sanggup menindaklanjuti kasus kriminalitas yang belakangan marak terjadi di Kota Pekanbaru. Maka, Polda Riau mengirimkan sejumlah pasukan guna membantu pengungkapan kasus kriminalitas itu.
Sejumlah kasus kriminalitas yang dilaporkan ke Polresta Pekanbaru yang belum terungkap diantaranya seperti kasus Pencurian dengan kekerasan (Curas) Pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.
"Ada 18 orang yang di BKO (Bawah Komando Operasi) kan ke Polresta Pekanbaru, guna perbantuan dalam ungkapan kasus kriminal yang menonjol khususnya di Pekanbaru. Mereka ini, nantinya akan bekerja sama dengan Satuan Reserse Polresta," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Kamis (23/10/14).
Menurutnya, tugas fungsi 18 orang penyidik itu, yakni untuk melapis kemampuan dan bantuan teknis Satreskrim Polresta Pekanbaru.
"Mereka nanti akan membantu beberapa pengungkapan kasus dan penyidikan di jajaran Polresta Pekanbaru," kata Guntur.
Perbantuan personil ini, sambung Guntur, erat kaitannya dengan beberapa kasus di jajaran Reserse Kriminal yang tak kunjung terungkap, selain itu juga sistem di kepolisian yang wajar terjadi.
Alasannya, berpatok pada jumlah personil yang terbatas, serta komplektifitas dari pekerjaan yang berkaitan dengan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia).
"Banyak alasan sehingga diterapkannya Back up ini, seperti misalnya daya ungkap yang minim, dan itu sudah menjadi prosedur kita. Intinya, agar penegakan hukum tetap maksimal sehingga berimbas pada pelayanan masyarakat terhadap berbagai kasus kriminal yang terjadi," jelasnya.
Dengan adanya perbantuan itu, lanjut Guntur, pihaknya berharap pengungkapan kasus dan pencegahan aksi kriminalitas bisa ditekan, sehingga kejadian yang menimpa masyarakat bisa ditempuh melewati jalur hukum yang tepat, dan aspek hukum dan keadilan bisa terpenuhi.
"Sudah ada contoh kasus yang kita ungkap dengan bantuan tersebut, yakni kasus pencurian kendaraan beberapa hari lalu," pungkasnya.
Menanggapi hal serupa, pakar kriminolog sekaligus dosen di Universitas Islam Riau (UIR), Kasmanto Rinaldi SH MSi menjelaskan, terkait tingginya angka kriminalitas, ada banyak faktor yang menjadi penyebab, seperti lemahnya pengungkapan kasus serta lemahnya solidaritas penyidik pada masyarakat.
"Artinya ketika ketiadaan ikatan sosial dikalangan masyarakat akan memudahkan pelaku kejahatan untuk bereaksi, ditambah lagi dengan lemahnya pengamanan kepolisian," ujar Kasmanto.
Menurutnya, saat ini masyarakat Pekanbaru sudah sangat heterogen, dan tingginya angka migrasi memicu naiknya kasus kriminalitas.
"Dengan adanya bantuan personil oleh Polda Riau ke Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, dirasakan sangat tepat, supaya dalam penindakan, bisa menjadi lebih optimal, sehingga tercipta rasa aman dimasyarakat," pungkas Kasmanto. [Pan]

