Rinaldi: Pemerintah Membunuh Rakyatnya
Soal BBM, BEM UR Ultimatum Pertamina dan DPRD Riau

Presma UR Rinaldi Parepare Mendorong Angkutan Umum di Pekanbaru Yang Kehabisan BBM | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - "'Membunuh' rakyat jangan perlahan. Kalau Pemerintah berani, mari terang-terangan, kami siap lawan...!!!," tantang Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Riau, Rinaldi Parepare.
Kalimat pembuka ini bentuk kegerahannya atas masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin 'mencekik' rakyat khususnya di Provinsi Riau.
"Saat keterpurukan ekonomi, di saat masalah impor beras, impor garam dan impor-impor lainnya, yang 'membunuh' petani, Pemerintah melalui Pertamina kembali 'membunuh' rakyat secara keseluruhan dengan kembali menaikkan harga BBM," urainya dalam keterangan tertulisnya kepada Beritariau, Minggu (25/03/18).
Terhitung sejak awal 2018 ini, lanjutnya, sudah kali ke-2 Pemerintah menaikkan harga BBM. Dan, seperti biasa, yang menjadi langganan harga BBM jenis Pertalite termahal se Indonesia adalah Provinsi Riau.
Menurutnya, di saat langkanya BBM jenis Premium, maka Pertalite menjadi alternatif konsumsi masyarakat menengah kebawah. "Kalau Pertalite harganya naik terus, maka sama dengan pemerintah 'membunuh' masyarakat kecil," ucapnya.
Kali ini, Rinaldi dan rekan-rekannya, menuntut Pemerintah, merasionalisasikan kenaikan harga BBM ini di hadapan masyarakat.
Pertamina, juga harus segera memenuhi janjinya menambah kuota BBM jenis Premium di Riau.
Pertamina, harus menurunkan harga jual dasar BBM jenis Pertalite di Riau yang lebih tinggi dari daerah lainnya.
Ia pun mengultimatum Pertamina dan DPRD Riau.
"Kalau ini tidak disegerakan, kami akan duduki kantor Pertamina perwakilan Riau. Dan, DPRD Riau dan Pemprov Riau, juga jangan lupa dengan janjinya, segera eksekusi turunnya PBBKB Riau. Kalau tidak, kami akan kepung Kantor DPRD Riau," tegasnya. [rls]

