Pemuda ngaku preman Simpang Tiga berkelahi dengan polisi

Pemuda ngaku preman Simpang Tiga berkelahi dengan polisi

Ilustrasi (tribunnews)

Beritariau.com, Pekanbaru - Tensi kehidupan di jalan raya antar pengendara di Pekanbaru cukup tinggi. Salah sedikit saja langsung main lirik dan tak jarang yang berujung pada perkelahian.

Seperti yang terjadi pada terjadi pada Senin (01/01/2018) di simpang lampu merah, Pasir Putih-Simpang Tiga. Ketika itu seseorang melintasinya, tiba-tiba datang dari belakang langsung melakukan belok ke kiri memutar tampa memberi aba-aba lampu sen.

Sang pengendara pertama menjadi kaget dan hampir jatuh lalu berhenti. Namun laki-laki yang menyerempet berhenti juga. Laki-laki pertama memberi teguran bawa kendaraan hati-hati, tapi si laki laki yang kedua malah memantang dan sambil mengeluarkan kata kata kurang sopan.

Pengendara kedua itu kemudian menghampiri dan langsung memukul dada kiri atas pengendara pertama dengan menggunakan tangan. Selanjutnya juga mengambil batu bata yang ada di tempat ditempelkan di badan sambil berkata ayo berkelahi dan bilang dirinya preman di wilayah itu, jangan macam macam.

Tak lama kemudian datanglah teman-teman laki-laki kedua itu ikut mengamcam dan mau mengeroyok, tapi tak terjadi. Cuma baju ditarik, dan datang warga setempat sehingga teman teman yang mengaku preman itu langsung meninggalkan lokasi.

Pengendara yang jadi korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polresta Pekanbaru. Ternyata pelapor adalah seorang anggota polisi, inisial BSI (23). Sedangkan terlapor adalah pengendara kedua berinisial AD, baru betumur 17 tahun dan tidak bekerja.

"Telah datang melapor ke Polresta Pekanbaru seorang laki laki yang mengaku bernama BSI. Melaporkan Tindak Pidana Diduga penganiayaan," kata Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Polius Hendriawan, Selasa (02/01/2018).(bas)