Dialog Akhir Tahun Forkopimda-Pengusaha Hiburan
Kapolda Riau: Pelaku Usaha Hiburan harus peka Kamtibmas

KAPOLDA RIAU Irjen Pol Nandang Mengundang Pelaku Usaha Hiburan dan Hotel Dialog Dengan Forkopimda | Beritariau.com 2017
Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Nandang MH berharap para pelaku usaha hiburan malam dan perhotelan agar ikut menjaga situasi keamanan apalagi menjelang hari-hari penyambutan tahun baru di wilayah hukum Riau.
"Tak mungkin kita tempatkan polisi di semua tempat hiburan. Upayakan pengamanan internal dilakukan sebaik-baiknya. Jika ada pengunjung mabuk berbuat onar, maka pihak security pusat hiburan harus cepat bertindak," kata Nandang kepada para pelaku usaha hiburan saat silaturahmi di salah satu hotel di Pekanbaru, Jumat (29/12/17) malam.
Nandang menyatakan, pihaknya tak ingin mengganggu usaha yang dikelola oleh pengusaha. Namun, Ia mengimbau agar tetap menjaga kondusifitas di lokasi masing-masing.
"Tak mudah menciptakan kondisi aman. Semua harus terlibat," katanya.
Di acara tersebut, juga dihadiri Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Riau Marsma Rakhman Hariyadi, Kepala BNNP Riau Brigjen Pol Wahyu Hidayat, Kepala Staf Korem 031 Wirabima Kolonel I Nyoman Parwata, Ketua LAM Riau, Datuk Al Azhar, Sekretaris MUI Riau Ustadz Zulhusni Domo dan Pejabat Utama Polda Riau dan Kapolresta Pekanbaru.
Apalagi, kata Nandang, pelaku usaha hiburan malam juga berkewajiban menjauhkan narkoba dari usaha yang sangat berpotensi beredarnya narkoba.
"Selama saya disini (bertugas, red), kurang lebih 100 kilogram sabu sudah diamankan bersama BNN. Jauhkan dari narkoba," ucapnya.
Nandang juga berharap, agar jelang akhir tahun dan penyambutan tahun baru kali ini, tidak terjadi hal-hal yang berpotensi dengan aksi terorisme dan gangguan keamanan lainnya.
"Kita harap tetap aman. Kita ketahui, dua kali penangkapan oleh Densus (Jaringan Teroris, red), ada 9 orang (diamankan, red). Diantaranya jaringan JAD dan Pelaku Pembakaran Polres Damasraya," kata Nandang.
Ia mengakui, bahwa Tahun Baru adalah tahun dalam perspektif Masehi. "Tapi dalam republik ini, kenyataannya sudah semua umat beragama yang merayakan," katanya.
Acara Silaturahmi Kapolda beserta Forkopimda dengan Pengusaha Hotel dan Tempat Hiburan Dalam Rangka Terciptanya Situasi Kamtibmas Yang Kondusif Menyambut Tahun Baru 2018, yang ditaja oleh Polda Riau ini, disambut baik oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.
"Saya senang sekali pak Kapolda mengajak duduk bersama (Aparatur dan Pelaku Usaha Hiburan, red). Acara ini, pertama kali dilakukan oleh Polda Riau. Jujur, memang budaya melayu ini, sangat adaptif dengan perubahan. Tapi sangat perlu diawasi dan dikontrol," kata Ketua LAM Riau, Datuk Al Al Azhar. [red]

