Bantah Kelangkaan Gas Melon Meski Masyarakat Kesulitan Peroleh Gas Subsidi
Disperindag Pekanbaru Fasilitasi Tukar Gas Melon ke Non Subsidi, Ada Apa?

Ilustrasi gas subsidi dan non subsidi
Beritariau.com, Pekanbaru - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru memfasilitasi masyarakat pengguna elpiji melon ke gas non subsidi khususnya Bright Gas. Pertimbangan itu diambil menyusul kelangkaan gas subsidi beberapa waktu terakhir.
Namun, Disperindag menyatakan bahwa fasilitas itu ditujukan bagi masyarakat dengan ekonomi berkecukupan dan tidak lagi tergolong pengguna gas subsidi.
Ada tujuh agen yang terlibat untuk penukaran tersebut," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman di Pekanbaru, Jumat (17/11/17).
Dalam program tersebut, pihaknya menyiapkan skema pertukaran tabung elpiji melon ke Bright Gas dengan ketentuan penambahan biaya yang telah ditentukan.
Dia mengatakan masyarakat tidak perlu langsung turun ke agen untuk dapat menukar tabung gasnya, melainkan cukup menelpon agen terdekat dengan sistem pesan antar.
Sementara itu, biaya penukaran tabung melon ke Bright Gas berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Untuk satu tabung gas melon kosong, masyarakat dapat mengeluarkan biaya tambahan Rp218.500 untuk memperoleh Bright Gas dengan isinya. Kemudian dua tabung gas melon kosong, biaya yang dikeluarkan lebih rendah hanya Rp109.500 Bright Gas isi.
Disinggung apakah kebijakan tersebut merupakan respon dari kelangkaan gas yang terjadi beberapa waktu terakhir, Irba membantahnya.
Dia mengklaim, melalui program tersebut, masyarakat pengguna gas melon yang ekonominya meningkat sudah waktunya untuk meninggalkan konsumsi gas bersubsidi.
"Sekali lagi saya sampaikan tidak ada terjadi kelangkaan elpiji tiga kilo. Yang ada sekarang kami tegaskan pangkalan tidak dibenarkan lagi melayani pelaku usaha yang tidak punya IUMK( Izin Usaha Mikro Kecil)," ujarnya.
"Yang ribut gas langka itu sekarang pelaku usah yang tidak bisa beli karena tidak punya IUMK. Kita sama tahu masyarakat hanya membeli ke pangkalan dalam kurun waktu seminggu sekali, tapi kok ributnya tiap hari," klaimnya lagi.
Lebih jauh, dia juga menuturkan melalui program ini diharapkan penggunaan elpiji melon agar lebih tepat sasaran, dan memudahkan masyarakat yang ingin beralih menggunakan gas dengan kapasitas lebih besar. [Don]

