Danau Bandar Kayangan Yang Terabaikan
.jpg)
Ilustrasi Danau
Beritariau.com, Pekanbaru - Jika di Sumatera Utara terkenal dengan Danau Toba, maka tak salah untuk menyandingkan Danau Bandar Kayangan sebagai ikon Kota Pekanbaru.
Terkesan agak berlebihan memang jika memaksakan untuk menyandingkan kedua "kolam" raksasa tersebut.
Namun, tak ada yang tidak mungkin jika Pemerintah Kota Pekanbaru serius mengelola, dan tidak justru membiarkannya tidur selama bertahun lamanya.
Belakangan, Pemko Pekanbaru mulai memikirkan ulang untuk serius menggarap Danau yang berlokasi di Kecamatan Rumbai Pesisir tersebut.
Danau Kayangan yang kini dibawah pengelolaan Dinas Pariwisata Pekanbaru akan diserahkan ke pihaj ketiga, Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan.
"Sekarang yang paling memungkinkan penyertaan modal (melalui pihak ketiga PD Pembangunan)," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Pekanbaru, Alek Kurniawan di Pekanbaru, Sabtu.
Meski begitu, dia mengatakan harus ada pengkajian lebih dalam sebelum memutuskan untuk melakukan penyertaan modal. Danau Kayangan yang kini masih "dikuasai" Dinas Pariwisata tak ubahnya mirip tempat menyeramkan.
Pengelolaan tersebut dinilai tidak maksimal. Bahkan bisa disebut terbengkalai. Sementara potensi PAD dari Danau Kayangan dinilai begitu besar.
Untuk itu, Pemko Pekanbaru menilai sudah waktunya mengalihkan pengelolaan aset dengan luas sekitar 10 hektare itu ke PD Pembangunan.
Alek menambahkan hingga kini pihaknya masih mempelajari sejumlah opsi pengelolaan tersebut dari Dinas Pariwisata Pekanbaru ke PD Pembangunan. Diantara opsi yang tersedia adalah pinjam pakai, atau serahkan pengelolaan hingga penyertaan modal.
Namun, sejauh ini opsi penyertaan modal yang paling mungkin untuk dilakukan. Lebih jauh, sebelum penyertaan modal dilakukan, pihaknya juga masih harus menghitung ulang nilai aset tersebut.
"Harus dikaji sosial ekonominya, nilai tanah, aset pemerintah di sana. Ada tim apraisal yang akan melakukan itu," ujarnya.
Melengkapi Alek, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, M Noer kepada Antara juga mengatakan bahwa opsi penyertaan modal yang memungkinkan untuk dilakukan. Dia mengatakan saat ini sudah berdiri beberapa bangunan di Danau Kayangan, yang perlu dikelola secara maksimal.
"Sudah berdiri sejumlah bangunan wisata, tribun penonton dan lainnya. Karena di sana itu tempat pelaksanaan PON untuk Ski Air. Kita berharap segera dapat formula untuk pengelolaan aset kita di sana," tuturnya. [don]

