Protes Pepaya Antisipasi Jatuhnya Korban
Warga Pekanbaru Ini Tanam Pepaya Di Jalan, Ini Alasannya

Pepaya Di Tengah Jalan Pemuda, Pekanbarj
Beritariau.com, Pekanbaru - Warga Kota Pekanbaru yang berdomisili di Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki ini menanam pohon pepaya di tengah jalan Pemuda.
Aksi ini merupakan sebagai bentuk protes salah satu akses warga yang rusak parah.
Pantauan di lokasi, Jumat (10/11/17) tiga batang pohon masih berdiri di tengah jalan yang rusak dengan lobang menganga dan digenangi air.
Menurut warga, langkah itu merupakan pilihan terakhir mereka karena selama ini pemerintah setempat dinilai lambat dan lalai setelah beberapa kali dilaporkan warga.
"Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengendara, terlebih lagi saat musim hujan begini. Karena lobang jalan tidak terlihat," kata Adri, salah seorang warga setempat.
Dia bahkan mempertanyakan, apakah harus menunggu jatuh korban sebelum kemudian pemerintah memperbaiki jalan tersebut.
Jalan pemuda merupakan salah satu jalan utama menuju sejumlah komplek perumahan di kelurahan Tampan tersebut.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak tersebut sudah cukup lama. Masyarakat sendiri sudah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Kota, namun belum ada tindakan.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru, Dedi Gusriadi mengklaim pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan perbaikan.
Hanya aja, kondisi cuaca yang sering hujan menyebabkan pekerjaan perbaikan tidak dapat dilakukan. Dia khawatir apabila dipaksakan tetap diperbaiki, maka semenisasi tidak akan terlaksana dengan baik.
"Kemarin sudah ditimbun dan dikeraskan. Tapi karena musim hujan belum dapat diaspal. Kalau diaspal nanti akan terkelupas dia," klaimnya.
Dia bahkan mengaku timnya sudah mulai memantau langsung kondisi tersebut. Namun, dia kembali beralasan musim hujan sebagai kendala. [don]

