Pengakuan Bur Kepada Polisi
Astaga! Ngaku lihat setan, Pria di Riau ini bunuh putri kandung

TEWAS DIBANTAI - Jasad Ina, Gadis Belia Berusia 13 Tahun di Inhil Terbujur Kaku Usai Dibantai Oleh Ayah Kandungnya | Humas Polres Inhil
Beritariau.com, Inhil - Bur (43), warga kawasan Parit Rembayan Surraya Desa Surraya Mandiri Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang membikin geger warga Riau lantaran tega membantai putri kandungnya sendiri, diduga mengalami sakit itu.
Hal tersebut diketahui dari penyelidikan kepolisian. Saat diinterogasi, jawaban Bur ini diluar akal manusia. Selain tampak linglung, cara bicaranya pun ngawur.
"Tersangka mengaku melihat setan, padahal yang dilihat itu adalah anaknya," kata Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, Senin (11/09/17).
Atas pengakuan itu, lanjut Dolifar, petugas reskrim akan melakukan tes kejiwaan. Karena diduga, tersangka mengalami gangguan kejiwaan.
"Penyidik sudah menjadwalkan untuk melakukan tes kejiwaan di rumah sakit jiwa terhadap tersangka. Saat ini dia masih ditahan," kata Dolifar.
Sebelumnya, Bur tega menghunuskan senjata tajam berupa golok ke tubuh anaknya hingga tewas.
Sang istri, Amah, (43) yang selama ini menemani hidupnya di Desa Suraya Mandiri , tak menyangka bakal menyaksikan pembantaian sadis terhadap putri kandungnya.
Pada Sabtu (09/09/17) dini hari, Amah terbangun mendengar suara berisik di luar kamarnya. Dia langsung bergegas mencari asal suara itu.
Namun tak disangka, dia melihat dengan mata kepala sendiri aksi pembantaian terhadap putrinya, Ina, gadis belia berusia 13 tahun yang dilakukan suaminya.
Amah melihat kondisi Ina sudah terbaring tak berdaya dengan posisi miring. Sedangkan, Bur, berdiri tepat di depan Ina dengan tangan kiri memegang sebilah parang, sambil mengucapkan kata 'setan' berulang-ulang.
Secara spontan, Amah berusaha mencegah aksi suaminya. Dia membentangkan tangannya di atas tubuh Ina yang masih terbaring tak berdaya. Berulang kali Amah mengingatkan Bur bahwa Ina adalah anak mereka. Namun gagal.
Bur kembali mengayunkan parang membacok putrinya itu dan akhirnya mengenai jari tangan Amah. Karena ketakutan, Amah kemudian meninggalkan rumah untuk mencari pertolongan. Sedangkan sang anak sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Dia melaporkan peristiwa mengerikan itu kepada Kepolisian setempat.
"Korban diketahui menderita luka sabetan benda tajam di bagian leher, tangan dan dada. Pelakunya ayah kandung korban," ujar Dolifar.
Setelah mendapat laporan Amah yang ditemani warga sekitar, Kapolsek Mandah Iptu Warno bersama anggota lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan Bur yang berada tak jauh dari lokasi kejadian tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga Bur mengalami gangguan kejiwaan. Tiga tahun lalu, kepala tersangka pernah tertimpa buah kelapa. Semenjak kejadian itu, perilaku Bur mulai berubah.
"Tersangka akan diobservasi kondisi kejiwaannya. Saat ini, sudah diamankan Polsek Mandah. Juga turut diamankan barang bukti sebilah parang berhulu warna hitam yang terdapat bercak darah," pungkas Dolifar. [red]

