OPD DPRKP Pemko Pekanbaru akui lalai
Warga Senapelan ngadu ke DPRD Pekanbaru, IPAL bocor dan keluarkan bau busuk
RDP - Perwakilan Warga Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Senapelan, mengadu ke DPRD Pekanbaru. Mereka mengaku resah dan menolak pembangunan IPAL komunal yang diawasi oleh DPRKP Pemko Pekanbaru | Beritariau.com2017
Beritariau.com Pekanbaru - Pengerjaan saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem jaringan pipa yang diawasi oleh Pemerintah Kota (Pemko) dibawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP), berdampak merugikan Warga Pekanbaru.
Hal itu diketahui saat perwakilan Warga Jalan Teratai gg Anggrek RT03/04 RW 03 Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Senin (11/09/19) siang, mengadu ke DPRD Pekanbaru. Mereka mengadu karena pekerjaan komunal septik komunal tidak sesuai dengan maksud dan tujuan.
"Ini (IPAL,red) proyek gagal, banyak masalah gara-gara dibangun IPAL ini. Proyek ini terlalu dipaksakan dan mengeluarkan bau busuk dan pencemaran lingkungan. Lebih parah lagi air banjir bercampur limbah dan masuk ke rumah warga," Kata Boy, saat menceritakan hal itu di hadapan Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru.
Diketahui, IPAL yang dibangun pemerintah Kota Pekanbaru dengan anggaran Rp 425 juta bantuan pusat dari program Sanitasi Berbasis Masyarakat oleh Dirjen Perumahan Penduduk, dengan volume 6.00 X 4.00 X 3.00 belum berusia satu tahun sudah mengalami kebocoran.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel yang memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Banmus DPRD Kota Pekanbaru, meminta OPD Pemko Pekanbaru dalam hal ini DPRKP bertanggungjawab atas keluhan masyarakat itu.
"Harusnya memberi manfaat, ternyata masyarakat mengeluh. Kita minta bentuk tim selesaikan persoalan masyarakat. Intinya jangan rugikan masyarakat. Karena IPAL harusnya dibangun di tempat rendah, ternyata posisinya lebih tinggi," terang politisi Golkar tersebut.
Didalam RDP, Kepala DPRKP Kota Pekanbaru, Mulyasman, mengakui bahwa pihaknya ada kelalaian dalam pembangunan IPAL itu. Pihaknya mengaku tidak mampu mengawasi secara penuh sebagaimana teknis petunjuk yang diminta oleh pusat.
"Dari gambar tadi saya lihat, banyak barang-barang yang masuk tak seharusnya masuk, saluran jadi mampet, nanti akan kita telusuri kembali, membentuk tim sesuai hasil rapat tadi," ucap Mulyasman.
RDP dipimpin oleh Ketua Komisi IV didampingi anggota Komisi IV lainnya seperti Wan Agusti, Puji Dariyanto, H Herwan Narsi, H Zaidir Albaiza SH MH, Ruslan Tarigan dan lainnya. [bam]

