Harris: Tak Perlu Rebut Golkar Pakai Sesuatu
Golkar usung Andi? Harris & lirik lagu Haji Rhoma: Dia yang berjanji, dia pulak yang..

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - HM Harris, Bupati Pelalawan, kader besutan Partai Golongan Karya (Golkar), hanya bisa tertawa saat nasib dirinya diibaratkan lagu Haji Rhoma Irama berjudul 'Kegagalan Cinta'.
"Dia janji, kader golkar yang didukung berdasarkan Survei, sekarang lain pulak dia bilang. Dia (DPP Partai Golkar) yang berjanji, Dia pulak yang apakan (Ingkari, red). Ya udah lah," kata HM Harris kepada Beritariau.com, Senin (04/09/17) malam.
Ia tak menampik saat nasib dirinya berkompetisi di Partai yang membesarkan dirinya ini disebut ibarat lagu Haji Rhoma Irama. "Ha..ha..ha.. Seperti itu lah..," tawanya datar.
Alasannya cukup sederhana. Harris mengaku tak keberatan ketika awalnya dijanjikan bahwa dukungan DPP Partai akan sesuai hasil survei. Ia pun berjalan kesana-kemari menemui masyarakat untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya untuk mempengaruhi hasil survei.
Kerja kerasnya turun ke masyarakat dan memasang atribut seperti baliho, selebaran yang dipoles dengan warna kuning selayaknya warna Partai yang dibanggakannya, ternyata berhasil. Hasil survei LSI, namanya berada ditingkat teratas.
Namun, pada hari ini beredar kabar, Markas Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat memberikan sinyal kuat bahwa Partai pemilik suara terbanyak di Riau ini mendukung Andi Rachman. Jika keputusan DPP itu sudah final, artinya, seluruh kader dan pengurus partai harus tunduk.
Menanggapi ini, HM Harris memberikan komentar bernada datar dan kecewa.
"Saya gini, pertama, pendaftaran (di KPU) masih lama. Kedua, kita fokus ke daerah lah. Mungkin, klo Golkar ni klo berebut pakai sesuatu kita kan tak mungkin. Kemarin kita kan dijanjikan, kader Golkar yang maju siapa yang tertinggi dia yang dapat Golkar. Ternyata dia yang berjanji, dia pulah yang apa (ingkari, red). Ya udah lah," kata Harris.
Ditanya soal upaya meyakinkan DPP lagi, Harris hanya menjawab, "Saya tak mau lagi. Lebih baik kita berfikir yang (Partai) lain lagi. Sekarang di Pemilukada ini, tak memandang partai juga. Dari awal, kita juga sudah ada pendekatan ke partai lain," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Siak Syamsuar, tampaknya tak komunikatif saat dihubungi terkait kabar ini. Berkali-kali dihubungi via seluler, Ia tak merespon.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman alias Andi Rachman patut sumringah atas kabar dirinya kembali dipercaya oleh DPP Partai Golkar untuk memimpin Provinsi Riau pasca ditinggal mantan Gubernur sebelumnya Annas Mammun di dalam penjara.
Sejumlah orang dekat Andi di DPD I Golkar Riau, Senin (04/09/17), baik Masnur dan Ruspan Aman, angkat bicara membocorkan hasil rapat pleno DPP yang dipimpin oleh Pengurus DPP Golkar Nurdin Halid beberapa hari lalu, yang memutuskan Andi Rachman selaku Incumbent (Pertahana, red) diusung kembali.
Pernyataan-pernyataan dibuat pasca beredarnya informasi bahwa Andi telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari DPP Golkar yang mendukungnya.
Keputusan ini pastinya membuat kader Golkar Riau lainnya yang sudah sejak beberapa bulan lalu turun ke daerah-daerah dan menggunakan atribut baliho, spanduk dan lainnya yang identik berwarna kuning, bakal kecewa.
Menariknya, DPP Partai Golkar sendiri belum memberikan pernyataan tegas terkait SK tersebut. Saat dihubungi, Sekjen DPP Golkar Idrus Marham hanya membenarkan adanya rapat pleno.
"Kita sudah melakukan rapat pleno dan mempertimbangkan Incumbent untuk kembali diusung," kata Idrus Marham, Senin (04/09/17).
Intinya, kabar beredar masih sebatas rapat pleno untuk mengusung Andi, sedangkan wakilnya belum ditentukan. Selebihnya masih merupakan klaim sepihak alias 'katanya..dan katanya..'.
Kabar ini mengejutkan kader-kader Partai Golkar yang juga ingin mendapatkan dukungan dari Partai Beringin ini. Sebut saja kader-kader lain yang belakangan ingin melawan Andi, antara lain ; Bupati Siak Syamsuar, Bupati Pelalawan HM Harris dan Bupati Indragiri Hulu (Inhu).
Namun, Pengamat Politik berpendapat lain. Aspek kepastian ditunjukkan dengan legalitas.
"Bicara legalitas dukungan tentu bicara SK. Itulah bentuk keabsahan yang diterima oleh lembaga penyelenggara sesuai perundang-undangan, yang memuat nama Calon dan Wakil. Masih belum mepet waktunya di KPU," papar Pengamat Politik dari Universitas Riau Saiman Pakpahan ketika dihubungi.
Keputusan-keputusan Politik tentu menimbulkan gejolak baik Internal maupun Eksternal. Sebut saja kubu HM Harris yang kaget. Padahal kata mereka, meski tak menyebutkan siapa di Peringkat Teratas, dari Survei Indobarometer terbaru, HM Harris berada diperingkat kedua.
Namun, posisi Harris itu, teratas dari seluruh kader Golkar. Namun, kata Saiman, para Politisi sendiri sebenarnya sudah sadar, bahwa untuk membuat keputusan, para pengambil keputusan menggunakan instrumen-instrumen.
"Perlu diketahui, Survei itu adalah salah satu alat atau instrumen yang dipakai untuk mengambil keputusan. Banyak faktor-faktor lain sebenarnya," ungkap Saiman.
Antara lain, lanjutnya, adalah faktor lobby-lobby atas kedekatan dan deal-deal politik jangka panjang.
Ada juga, faktor skenario Koalisi lintas Parpol Tingkat Nasional yang ikut diturunkan ke bawah jelang Pilpres 2019. Bahkan, beber Saiman, ada faktor yang lebih sensitif yang sulit dibuktikan, yakni faktor 'Dompet' alias Mahar.
"Tradisi gelap (Mahar) ini tak bisa dihindari. Dalam realitas kekinian bicara perebutan kekuasaan, praktik Mahar bisa terjadi. Dan, terkadang itu menjadi faktor utama," bebernya. [red]

