Alhamdullilah, Kedai Kopi Kimteng di Pekanbaru kembali beroperasional
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Polemik penutupan Kedai Kopi Kimteng di Kota Pekanbaru, akhirnya terjawab sudah. Kedai kopi yang menjadi ikon kota Pekanbaru ini, segera dibuka kembali setelah selama beberapa pekan ditutup karena sertifikasi laik kesehatan dicabut oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru.
"Benar (kembali beroperasional,red). Kami sudah berkoordinasi dan sudah menyampaikan melalui forum rapat," kata Helda.
Meskipun dari hasil pemeriksaan BBPOM Kota Pekanbaru ditemukan adanya bakteri berbahaya yang terkandung dalam selai sarikaya yang dijual olehbkedai kopi Kimteng, pihaknya memberi catatan khusus.
"Surat (laik sehat,red) sudah kami cabut dan kita keluarkan izin operasionalnya. Tapi khusus roti bakar, selai sarikaya tidak dibenarkan untuk dijual sebelum proses pengujian benar-benar aman dikonsumsi," terangnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Yose Saputra, menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, yang menutup tempat usaha Kedai Kopi Kimteng di Kota Pakanbaru, pasca dugaan keracunan yang dialami oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT.
Menurut politisi dari Partai Golkar ini, ada sesuatu hal yang mengganjal usai kedai Kopi yang namanya sudah mancanegara dan menjadi ikon Kota Pekanbaru itu tiba-tiba ditutup. Diketahui, ada tahapan prosedur hukum yang tidak dilalui.
"Walikota Pekanbaru mengaku keracunan dan muntah-muntah akibat konsumsi roti Kimteng. Kok tidak ada laporan resmi ke polisi atas nama yang bersangkutan. Harusnya dilaporkan resmi biar diproses secara hukum. Ini main asal cabut izin tanpa prosedur," tegas Yose, kepada wartawan, saat dikonfirmasi Minggu, kemarin.
Akibat kebijakan Walikota Pekanbaru Firdaus MT menutup izin operasi Kedai Kopi Kimteng saat ini, puluhan pegawai menganggur. Tentunya ini menjadi preseden buruk terhadap ekonomi yang ada di Kota Pekanbaru.
"Banyak warga yang kehilangan rezeki dari dampak penutupan itu, mulai dari tenaga kerja di kedai itu, tukang parkir di sekitarnya, tukang lontong dan penjual makanan kecil lainnya," ketusnya.
Dia menyalahkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak bagus dalam melakukan pengawasan di setiap restoran dan usaha kuliner yang ada di Kota Pekanbaru.
"Apa memang benar ada makanan yang tak layak konsumsi di Kedai Kopi Kimteng itu? Diskes harusnya melakukan pengawasan sejak awal, artinya pengawasannya yang lemah, apakah hanya Kimteng saja yang begitu, semua waralaba itu juga perlu ada pengawasan" ucap Yose. [bam]

