BBPOM sebut, isu beras plastik yang beredar di Pekanbaru Hoax
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, tak mau ambil pusing terkait dugaan beredarnya beras plastik yang ada di salah satu kedai klontong di sekitaran Cipta Karya, Panam, belum lama ini.
Menurutnya, isu yang merebak soal beredarnya beras plastik yang didapati masyarakat dari pedagang kelontong di kawasan Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan, hanya hoax alias kabar bohong dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
"Sampai saat ini kita sama sekali belum menerima laporan dan kejelasan yang jelas dari pihak manapun. Kalaupun ada sample, kita akan melakukan uji laboratorium," kata Kepala BBPOM pekanbaru, Mohamad Kashuri, saat ditemui dikantornya, Selasa (20/06/17).
Sebelumnya, Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, Senin (19/6) kemarin, menyebarkan isu yang tidak sedap. Pihaknya mengklaim telah menerima surat resmi terkait beredarnya sample beras plastik yang ditemukan di Pekanbaru.
Dimana, salah seorang warga Jalan Suka Karya bernama Suci (28) mengaku menemukan beras yang ia beli terapung saat direndam ke air. Setelah mendapat laporan tersebut, Disperindag langsung turun ke lokasi dan ada indikasi percampuran dua jenis beras asli dan plastik.
Bahkan, Disperindag Kota Pekanbaru, mengklaim sudah mengantongi distributor dari beras yang diduga bercampur plastik tersebut bermerek Belida dan Topi Koki.
Disperindag Kota Pekanbaru, tidak bisa memastikan dan mengeluarkan statement pasti apakah beras tersebut benar bercampur plastik atau tidak. Dengan alasan, kebenaran tersebut hanya bisa dipastikan lewat pengujian laboratorium. [red]

