Pelaku dan korban masih hubungan keluarga
Cekcok gara-gara berondolan sawit berujung kematian di Sei Kijang

Ilustrasi (Ant)
Beritariau.com, Pelalawan - Harta memang membutakan hampir semua orang. Gara-gara harta sesama keluargapun bisa saling bermusuhan dibuatnya. Parahnya lagi permusuhan itu bisa berujung kematian.
Di Riau, Sawit menjadi komoditas primadona sejak 20 tahun terakhir. Akhirnya wargapun berbondong-bendong berkebun sawit yang tak jarang menimbulkan permasalahan. Bisa masalah lahannya ataupun sawitnya.
Seperti yang baru saja terjadi tadi malam Jumat (09/06/2017) di Desa Muda Setia Kecamatan Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan. Telah terjadi penganiayaan berat sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Padahal pelaku IW (29) dan korban JS masih memiliki hubungan keluarga. Istri korban adalah kakak sepupu pelaku
Awalnya korban bersama saksi DH (20) dan SS (43) mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa. Lalu saksi dan korban diberhentikan oleh pelaku sambil mengatakan "kenapa kalian membawa buah kelapa sawit, selama ini hilang sawitku karena kalian masuk kebunku".
Korban kemudian menjawab dengan mengatakan "kami hanya mencari brondolan". Pelaku lalu marah-marah dan mendorong korban sehingga terjadi cekcok mulut. Bukkk!!!! Pelaku meninju korban di bagian pangkal hidung.
Lalu korban mengatakan "kenapa kau langsung main pukul saja" dan berlalu pulang ke rumahnya dengan sepeda motor. Akan tetapi di perjalanan korban tidak sanggup lagi untuk membawa sepeda motor miliknya. Akhirnya korban lemas di TKP dan tidak sadarkan diri di atas sepeda motor.
Setelah kejadian tersebut saksi membawa korban ke Bidan dan setelah diperiksa korban dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Sabtu (10/06/2017) menyampaikan bahwa pelaku melarikan diri setelah tahu korban meninggal.
"Sampai saat ini Kepolisian Sektor Sei Kijang beserta personil dan dibantu tim opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan masih melakukan pencarian terhadap pelaku," ujarnya.[bas]

