4 pasang Jamaah Tabliq asal India beraktivitas di Dumai

4 pasang Jamaah Tabliq asal India beraktivitas di Dumai

Polisi di Dumai mendatangi tempat beraktifitasnya Jamaah Tabliq asal India. Mereka beberapa hari di Dumai dan rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Malaka, Malaysia | Istimewa

Beritariau.com, Dumai - Jamaah Tabliq dikenal dengan kegiatannya yang lintas daerah dan lintas negara. Meski begitu kegiatan tersebut tetap harus sesuai dengan ketentuan negara setempat.

Seperti halnya di Dumai, ada empat pasang Jamaah Tabliq Warga Negara Asing asal India terlihat di Musala Nurul Iman Yayasan Darul Ulum Jalan Karya Bakti Keluarahan Bagan Besar.

Mendapati hal itu Kepolisian Sektor Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau memantau kegiatan mereka dengan mendatangi langsung. Awalnya pada Jumat (09/06/2017) sore berdasarkan informasi dari masyarakat dilakukan monitoring serta pengecekan oleh Polsek Bukit Kapur. 

Diantaranya oleh Kanit IK Bripka P. Nainggolan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bagan Besar Bripka J. Butar Butar dan Ketua RT 21 Yusri Azis melakukan monitoring terhadap empat pasang WNA itu.

Lalu diketahui empat pasang WNA tersebut datang dari Masjid Nurul Hidayah Jalan makmur Gg melati Kelurahan Tanjung Palas. Mereka dijemput Agus yang merupakan jemaah Tabliq Mesjid Raya Al Manan.

Sesampainya di Musholla Nurul Iman Yayasan Darul Ulum mereka langsung disambut oleh Ketua Yayasan Afrizal Nur selaku penanggungjawab. Diketahui di tempat tersebut mereka akan berada selama dua hari.

"Empat pasang WNA tersebut akan melakukan aktivitas keagamaan selama dua hari, 9-10 Juni 2017 dan menginap di Yayasan Darul Umum tersebut," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Sabtu (10/06/2017).

Setelah dari sana selanjutnya Minggu (11/06/2017) empat pasang WNA tersebut akan berangkat menuju Malaka (Malaysia) dengan menggunakan kapal fery di Pelabuhan Pelindo Kota Dumai.

"Selama di Yayasan Darul Ulum mereka melakukan Taklim (pengajian) dari pukul 09.30 WIB sampai waktu Zhuhur dan kembali lagi sampai waktu Ashar," ungkap Guntur.

Ceramah Agama yang disampaikan kepada jemaah adalah metode pembelajaran dan penyampain dakwah pengajian. Ada cerita pengalaman dan sejarah Islam setelah waktu Isya dan setelah waktu Shubuh dengan penerjemah oleh H. Dani warga setempat.

Meski begitu, pihak polsek tetap mengimbau kepada pengurus atau penanggungjawab untuk dapat melaporkan kepada pihak yang berwenang dalam melakukan kegiatannya. Minimal melapor kepada RT setempat.

Polisi menghimbau juga kepada agar selama keempat pasang WNA tersebut dalam melakukan kegiatan dakwah mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

"Sampai dengan saat ini Tabliq tidak ada membahas permasalahan politik dan menentang peraturan ataupun ketentuan Pemerintah yang belaku di Negara Indonesia," ujar kabid humas.[bas]