Larang Karyawan Berserikat
Serikat Buruh Tuding Kadisnaker Pekanbaru "Main Mata" dengan PT BYG

Demo SPIN di Depan Kantor Walikota Pekanbaru | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Ratusan buruh Serikat Pekerja Indonesia (SPIN) yang bekerja di PT Berkat Yakin Gemilang (BYG) menggeruduk kantor walikota Pekanbaru meminta kejelasan terhadap intimidasi dari perusahaan yang dialami oleh para buruh, Senin (6/9/14) .
"Sudah dari tanggal 8 September laporan kami tidak ada perkembangan dari Disnaker Pekanbaru," kata Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Provinsi Riau, Masri Sebayang kepada Beritariau.com.
Bahkan SPIN menduga ada indikasi "main mata" antara Kepala Disnaker kota Pekanbaru, Jhony Sarikoen dengan pihak perusahaan untuk mengaburkan laporan serikat pekerja.
"Dikaburkan laporan kita oleh Disnaker, pengakuan dari pengawasan kepada kami tidak ada SPT (Surat Perintah Tugas, red)," ujarnya lagi.
Perlu diketahui, PT BYG yang beroperasi semenjak tahun 2008 di kota Pekanbaru belum mendaftarkan pekerjanya untuk peserta Jamsostek atau BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Bahkan akibat menuntut hak dan melapor ke disnaker, 25 buruh yang tergabung di SPIN dipecat oleh PT BYG.
"PT BYG ini sudah beroperasi 8 bulan di Pekanbaru. Selama ini hak-hak buruh tidak didapatkan, gaji di bawah UMK, gaji sekali setahun dibayarkan. Malahan diancam siapa saja yg menuntut, letak aja kunci kalau tak sanggup. Terakhir sudah 8 tahun tidak ada jamsosetek," ujarnya.
Di tempat yang sama, Jhony mengatakan kepada Beritariau.com bahwa itu hanya masalah miskomunikasi antara pekerja dan pengusaha.
"Kita akan tetap proses. Ini miskomunikasi. Waktu kita undang tanggal 3 Oktober kemarin. Ini kan masih tahap pemanggilan untuk mendengarkan keterangan dari pihak perusahaan," katanya setelah menerima para demonstran di ruangan rapat walikota Pekanbaru. [mar]

