Polresta Pekanbaru tingkatkan razia, dari Hotel Holiday diangkut 17 laki-laki dan 8 perempuan

Polresta Pekanbaru tingkatkan razia, dari Hotel Holiday diangkut 17 laki-laki dan 8 perempuan

Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi (Kiri) Memimpin Razia ke Hotel Holiday. 17 Laki-Laki dan 8 Perempuan Diamankan Untuk Tes Urin | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru meningkatkan razia dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan serta menjamin rasa aman bagi masyarakat. Pada tengah malam ini, Hotel Holiday di Jalan Tanjung Datuk dan Cafe di Jalan Mustika jadi sasaran.

Razia itu dalam rangka memberantas penyakit masyarakat, narkoba, dan tindakan kriminal lain. Kegiatan rutin yang biasa disebut Cipta Kondisi atau Cipkon ini dipimpin langsung oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi Priadinata dengan diikuti oleh 30 personil gabungan Lantas, Sabhara,  Reskrim,  Narkoba,  Intel dan Binmas.

"Dari hasil pantauan diketahui sebanyak 17 laki-laki dan 8 perempuan yang diamankan dari Hotel Holiday tersebut. Dan saat ini mereka sedang dilakukan pemeriksaan Urine di ruang Sat Res. Narkoba Polresta Pekanbaru," kata Wakapolres, Sabtu dini hari (03/06/2017).

Dari tempat tersebut petugas sebelumnya melakukan pengecekan terhadap muda-mudi yang sebagian besar tidak memiliki KTP berikut sepeda motor yang mereka bawa. 

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga ketua RT setempat Raja Hasyim pada kesempatan tetsebut mengatakan bahwa yang diangkut polisi itu yang membuat resah masyarakat sekitar Tanjung Datuk.

"Kami sendiri tidak tahu darimana asalnya dan menurut kami mereka ada yang terlibat Narkoba, Curanmor bahkan perampokan," ungkap Ketua RT 01 RW 05 Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Limapuluh Pekanbaru ini.

Sementara untuk Cafe di Jl. Mustika petugas menemukan adanya live musik yang dapat mengganggu kekhusukan warga dalam melaksanakan ibadah. Itu sebab letaknya berdekatan dengan Mesjid. 

Setelah diberi imbauan oleh Wakapolresta Pekanbaru selanjutnya dengan penuh kesadaran pemilik cafe berjanji tidak akan menghidupkan lagi live musiknya selama bulan Ramadhan. 

"Kami menghimbau agar pengelola Cafe untuk menghargai masyarakat yang melaksanakan ibadah dengan tidak menghidupkan live musik," ujarnya.[bas]