Harimau buas masih berkeliaran di dusun Inhil ini, BKSDA Riau dan WWF survey lokasi

Harimau Sumatera yang Sempat difoto Warga Pekan lalu di Perkebunan Sawit, Indragiri Hilir. Sampai saat ini masih belum ditemukan | Istimewa
Beritariau.com, Indragiri Hilir - Diduga masih berkeliarannya Harimau Sumatera di Kanal 25 Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir mendapat perhatian serius dari berbagai elemen.
Pasalnya sampai saat ini binatang buas itu belum diketahui juga keberadaannya setelah sempat muncul mendatangi rumah warga pada pekan lalu. Hal ini tentu saja menghantui warga setiap saat.
Atas fenomena tersebut, pada Jumat (02 /06/2017) kemarin, Tim BKSDA Riau dan WWF Riau-Kepri melakukan survey dengan mendatangi rumah Acok dan Bahtiar. Keduanya adalah yang pernah didatangi binatang buas Harimau dan sempat difoto tersebut.
"Tim BKSDA dan WWF tersebut, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Bripka Erwin," ujar Kabid Humas Pokda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Jumat malam (02/06/2017).
Tim terdiri dari Polhut BKSDA Riau Santino Gomes, Polhut Bid Wil II Zulkifli, Staff BKSDA Azwar Hadhibina Nasution, Bidang Netifikasi konflik satwa WWF Zulfahmi, Manager Nagasari Estate PT. THIP, Roni Paslah beserta asistennya.
Dalam kegiatan tersebut Tim BKSDA dan WWF Riau-Kepri, melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya mendatangi tempat yang sering didatangi binatang buas harimau itu dan meminta keterangan kepada saksi yang melihat dan merekam langsung.
Tim juga memberikan penyuluhan tentang kiat-kiat menghindari gangguan binatang buas dan memberikan bunyi-bunyiaan seperti mercon dan kembang api. Itu untuk mengusir binatang buas apabila binatang tidak bisa dihalau lagi.
"Diingatkan juga kepada warga, agar tidak menjerat dan menyakiti binatang buas harimau atau binatang lain yang dilindungi. Kepada warga di lokasi tersebut dihimbau agar selalu waspada dan mengurangi aktifitas di luar rumah dan apabila hendak keluar rumah jangan sendiri," terang Guntur.
Selanjutnya hasil peninjauan/survey tersebut akan dilaporkan terlebih dahulu oleh tim BKSDA dan WWF kepada pimpinannya. Untuk tindakan selanjutnya menunggu hasil kajian dari informasi yang didapat di lapangan tersebut.
Direncanakan juga pada hari Sabtu (03/06/2017) Kabid BKSDA Wilayah I Mulyo Utomo dan Kasat Binmas Polres Inhil AKP Lasarus Sinaga, beserta wartawan media elektronik dari Jakarta, akan datang untuk meninjau langsung binatang buas yang biasa muncul di pemukiman tersebut.

