Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Puluhan Calon Jemaah Umroh di Riau laporkan Hannien Tour & Travel ke Polisi

CALON JEMAAH UMROH - Puluhan CJU Asal Riau Laporkan Hannien Tour and Travel ke Mapolda Riau | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Hannien Tour and Travel, sebuah Biro Perjalanan Haji dan Umroh dilaporkan puluhan jemaah calon umroh (JCU) asal Riau ke kepolisian. Sementara ini, sebanyak 94 jemaah mengaku tertipu oleh biro jasa tersebut lantaran gagal berangkat ke Tanah Suci.
Kepada media, Terisman, salah seorang jemaah yang gagal berangkat menyatakan bahwa dirinya bersama empat anggota keluarganya telah mendaftar untuk berangkat menunaikan ibadah umroh melalui kantor cabang Hannien yang saat itu berada di Lantai II Nomor 2 F Mall SKA Pekanbaru.$
"Tapi sekarang kantor itu sudha tutup," ungkap Terisman, Jumat (26/05/17).
Ia mengaku dirinya dan beberapa Calon Jemaah Umroh (CJU) lainnya, telah melunasi biaya tahun lalu. Besarnya bervariasi antara Rp17 juta hingga Rp34 juta per orang.
Namun kebarangkatan yang dijanjikan pada 2016 lalu ditunda beberapa kali. Terakhir, para JCU ini dijanjikan berangkat pada April 2017. Tetapi itu pun batal.
Hingga kini, tetap saja mereka belum juga diberangkatkan umroh ke Tanah Suci Mekkah.
Karena tidak percaya lagi, apalagi kantor cabangnya di Pekanbaru sudah tutup, JCU akhir meminta pengembalian dana/uang atau refund. Pihak travel selalu memberikan janji janji manis saja.
"Hingga kini, kami belum juga mendapatkan refund dari pihak travel," ujarnya.
Ia mengatakan, kemungkinan bukan dirinya dan 94 orang CJU itu saja yang merasa ditipu. Ia menduga ada ribuan CJU lain yang juga gagal berangkat.
Selain melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan, Terisman juga berencana akan melaporkan Hannien Travel ke pihak Kementerian Agama (Kemenag) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. [red]

