Pelarian bule asal Peru, tahanan kabur dari PN Denpasar ditangkap di Pekanbaru

Pelarian bule asal Peru, tahanan kabur dari PN Denpasar ditangkap di Pekanbaru

Jose William Salazar Ortis (37) Terdakwa PN Denpasar Bali Kasus Pembobolan ATM. Dirinya Kabur dari Sel Tahanan dan Tertangkap di Pekanbaru | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Bule Warga Negara Asing Jose William Salazar Ortis (37) asal Peru, seorang tahanan yang kabur dari Pengadilan Negeri Denpasar, Bali harus mengakhiri pelariannya di Kota Pekanbaru. Dia tertangkap Tim Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Riau di salah satu hotel Jalan Sisingamaharaja Pekanbaru.

Sejak kabur dari Bali 16 Mei lalu, Jose sudah menempuh perjalanan darat hingga sampai di Pekanbaru via Jakarta. Bahkan dia di Pekanbaru sudah menginap selama tiga hari.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada wartawan di Mapolda Riau, Rabu (24/05/2017) mengungkapkan bahwa WNA tersebut sudah dibuntuti tim Polda Bali.

"Ini hasil koordinasi Jatanras Polda Riau dengan Polda Bali, yang bersangkutan tertangkap tadi siang Pukul 12.30 WIB," ungkapnya.

Tahanan ini awalnya kabur bersama dua rekannya yang juga WNA, tapi dua lainnya itu sudah tertangkap duluan. Ketiganya ditangkap polisi akibat kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri di Denpasar, Bali Rp170 juta dan Sidoarjo, Jawa Timur Rp300 juta.

Niat awal hanya datang sebagai wisatawan di Bali, akhirnya masuk ranah hukum dengan tuntutan 7 tahun. Tak kuat ditahan dia bersama dua rekannya dengan menggunakan obeng mencongkel sekrup ventilasi jendela sel.

Dari Denpasar JWSO kabur dengan bus dari terminal dengan membeli tiket. Kemudian ke Pekanbaru juga dengan bus yang rencananya akan menuju Batam, Kepulauan Riau untuk selanjutnya keluar Indonesia.

"JWSO coba kembali ke negaranya dari jalur Batam. Dari situ rencananya akan dijemput oleh teman di Batam dan lanjut ke luar negeri," ungkapnya.

Dari keterangannya juga bahwa di Batam itu akan ada orang yang menjemputnya. Namun belum diketahui orangnya karena hanya diberikan nomor telepon saja oleh teman dari negara itu sekalian juga dikirimkan uang untuknya selama pelarian.

"Saat ini yang bersangkutan dalam pemeriksaan intensif di Polda Riau. Penyidik dari Polda Bali juga menemani yang bersangkutan untukvaelanjutnya dibawa kembali ke PN Denpasar," pungkas Guntur.[bas]