Kapolda Riau Perintahkan Tembak Perampok Bersenpi

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Meningkatnya kriminalitas seperti pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), serta pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru dan daerah lainnya di Riau, menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi masyarakat.
Terkait hal itu, Kapolda Riau Brigjend Pol Drs Dolly Bambang Hermawan, Jumat (3/10/14) menegaskan, jika para pelaku perampokan yang memiliki senjata api (senpi) membahayakan dirinya sendiri, korbannya, serta petugas, akan dilakukan tindakan tegas.
"Senjata yang dimiliki petugas bukan hanya untuk pajangan, tapi untuk melindungi masyarakat dan petugas itu sendiri, jika para pelaku kejahatan yang juga memiliki senpi dan membahayakan orang lain, tembak di tempat," tegas Dolly.
Dolly mengakui, akhir-akhir ini kriminalitas di Riau cenderung agak meningkat, terutama pada kasus tertentu dan daerah tertentu.
"Seperti curanmor, curas dan curat itu meningkat. Tapi upaya dari Polri sudah dilakukan, dengan meningkatkan upaya preventif," tambahnya.
Kemudian jajaran Polda Riau juga melakukan strong poin, kring reserse lebih ditingkatkan, meski sejumlah kasus kriminalitas di Riau sampai saat ini belum diungkap semua.
"Namun dari semua itu, kita berharap semua pihak, ikut berpartisipasi aktif. Umpamanya jika ada tempat yang gelap, yang lalu lintasnya gelap, perlu adanya penerangan, tempat gelap itu yang sering terjadi aksi kejahatan," jelas Dolly.
Disamping itu juga, lanjut Dolly, pihaknya berharap masyarakat itu sendiri juga ikut menjaga diri sendiri, karena bukan hanya perempuan saja, laki-laki juga kerap menjadi korban kejahatan di jalanan.
"Kita berharap juga masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan, terhadap upaya-upaya pelaku kejahatan yang bisa saja terjadi kapan pun dan dimanapun," pintanya.
Kriminalitas yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru, kecendrungan terjadi setiap akhir tahun karena adanya kebutuhan masyarakat, pada kelompok-kelompok tertentu.
"Kita berharap keterlibatan masyarakat, meningkatkan kemanan di rumah, seperti memasang CCTV, untuk menjadi alat bantu pengungkapan kriminalitas," imbuhnya.
Kedepannya, sambung Dolly, pihaknya melakukan antisipasi di daerah, seperti kegiatan razia baik siang maupun malam hari, melakukan kegiatan preventif untuk represif, razia di malam hari, karena para pelaku kerap menggunakan senpi dalam melancarkan aksinya.
"Terkait senjata api yang dimiliki para pelaku, itu senjata ilegal, kita terus menyelidiki dari mana pelakunya mendapatkan senpi tersebut," pungkasnya. [Pan]

