Kapolda Riau doakan calon anggota Polri yang pakai cara suap tak lulus

Kapolda Riau doakan calon anggota Polri yang pakai cara suap tak lulus

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Zulkarnain meminta seluruh pihak agar ikut mengawasi proses ‎penerimaan calon anggota Putra Putri Polri tahun 2017 di Kota Pekanbaru.‎

‎Hal itu ditegaskannya saat acara penandatanganan Fakta Integritas di Gelanggang Olahraga (GOR) Remaja Pekanbaru, Senin (17/04/17).‎

"Jadi tolong diawasi bapak-bapak dari Ombudsman, LSM, Disdikcapil, Kadisdik agar seleksi anggota Polri ini berjalan bersih, transparan, akuntabel dan humanis atau dikenal BeTah," katanya.‎

‎Dalam acara ini m$elibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil provinsi dan kabupaten/kota, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan Ombudsman RI Perwakilan Riau.‎

‎"Jangan ada unsur Korupsi. Penerimaan ini harus berjalan bersih dan tidak ada yang namanya pemerasan dan korupsi," tegasnya dalam amanatnya.‎

‎Tujuan penandatanganan Fakta Integritas ini, agar penerimaan anggota Polri ini bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Ia bahkan berdoa agar calon yang menyuap polisi tak lulus.‎

‎"Kalau pun ada yang ketahuan sengaja menyuap panitai, saya doakan nantinya dia tidak lulus," ujarnya.

‎Untuk diketahui, proses penerimaan sendiri telah dilakukan sejak 14 Maret dan berakhir pada 15 April ini melalui online di situs www.penerimaan.polri.go.id.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Riau, Kombes Pol Benny Subandi yang mengungkapkan pada penerimaan tahun ini untuk Akpol, Polwan, Bintara, dan Tamtama.‎

Sebanyak 3.729 orang pendaftar calon polisi di Daerah Riau beserta orang tuanya teken Pakta Integeritas dengan panitia penerimaan untuk berproses "Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Hunanis" atau dikenal dengan "Betah".

Untuk Akpol, yang akan direkrut 275 orang se-Indonesia dan kuota Polda Riau hanya 12 orang. Sedangkan untuk Bintara, Polri akan membuka penerimaan sebanyak 9.450 orang, kuota Riau berjumlah sebanyak 250 orang.‎

Begitu juga Polwan seluruh Indonesia diperlukan sebanyak 500 orang dan Polda Riau lagi lagi hanya mendapat jatah sedikit yakni 12 orang.‎

Kuota Bintara terbagi tiga yaitu Bintara Polri Tugas Umum, Bintara Teknologi Informasi dan Bintara Musik. Untuk Bintara TI dibuka hanya di 19 Polda termasuk Riau sehingga kuotanya proposional keseluruhan sebanyak 3.000 orang lebih berbagi dengan Bintara Umum.‎

"Sedangkan kuota Bintara Musik ada tetapi peserta harus berasal dari SMK Musik dan di Riau sendiri tidak ada sekolah itu," ujarnya.‎ [red]‎

Tags :# daerah