Pembagian Uang Warisan Diduga Jadi Motif

Sempat melawan, Otak pembantaian Satu Keluarga di Medan dibekuk di Riau

Sempat melawan, Otak pembantaian Satu Keluarga di Medan dibekuk di Riau

ANDI LALA (Inset) - Otak Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Medan Diciduk di Rumah Saudaranya di Inhil | Istimewa

Beritariau.com, Inhil - Tim gabungan Polda Sumut, Polda Riau dan Polres Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (15/04/17) pagi sekitar pukul 05.10 wib pagi tadi, akhirnya membekuk Andi Lala (34) di Jalan Lintas Rengat/Tembilahan Desa Pekan Tua Kecamatan Kempes Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Pria sadis ini merupakan tersangka utama alias otak pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap satu keluarga di Jalan Mangaan Gang Banteng Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Kota Medan Provinsi Sumut, yang terjadi pada 09 April 2017 lalu.

"Benar, pelaku sudah ditangkap oleh tim gabungan. Polda Riau sifatnya hanya memback up Polda Sumut. Walau sempat melawan, namun AL tak ditembak. Saat ini, AL sudah dibawa ke Medan via jalur darat," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Guntur Aryo Tejo, Sabtu siang.

Dibekuknya warga Jalan Pembangunan II Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumut ini, menyusul dua orang rekannya yang telah lebih dulu diringkus, yakni keponakan Andi Lala, Roni (21) sebagai eksekutor ketiga korban anak-anak dan Andi Saputra (27), sebagai pengawas keadaan saat aksi berlangsung.

"AL diamankan saat di rumah saudaranya di Inhil," kata Guntur.

Dikatakannya, sebenarnya pada Jumat (14/04/17), sekitar pukul 21.00 wib, keberadaan AL sudah diketahui di rumah itu. Namun, lantaran di sebelah rumah itu ada pesta pernikahan, Polisi terpaksa mengundur rencana penangkapan.

Akhirnya, sekitar pukul 04.00 wib, tim mengepung rumah itu dan sekitar pukul 05.10 wib, Andi berhasil dibekuk.

Ia langsung dibawa ke Medan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya yang menghabisi satu keluarga dengan korban tewas lima orang.

Korbannya, yakni pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (38), kedua anak mereka, Syifa Fadillah Hinaya atau Naya (14) dan Gilang Laksono (11), serta mertua Riyanto, Marni (60). Sementara putri bungsu Riyanto dan Yani, K (4), selamat dari pembantaian.

Saat ini, kondisi balita malang yang sempat kritis itu terus membaik dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Informasi yang dirangkum, motif pembagian harta warisan dari hasil penjualan untuk pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu di Serdang Bedagai, diduga kuat sebagai latar belakang Andi tega menghabisi keluaga Riyanto.

Disebutkan, istri Andi Lala, Reni dan istri Riyanto, Sri, adalah saudara sepupu.

Kedua wanita tersebut disinyalir memiliki hak atas ganti rugi tanah itu. Andi disebut telah mendapatkan 'jatah' atas ganti rugi, namun uang tersebut habis dibelanjakan.

Kecurigaan terhadap Andi sebagai dalang dan pelaku pembantaian ini pun dikuatkan dengan gerak-geriknya pasca tewasnya lima korban.

Pasalnya, Ia tampak cuek bahkan saat pemakaman para korban, Andi tak kelihatan. ‎[red]‎‎