Beraksi Saat Korban Belanja di Toserba
Mobil Ketua Koperasi di Pelalawan dibobol, uang Rp1,3 milyar raib

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua Koperasi Belimbing Jaya (KBJ), Darwis (42), warga Dusun Suka Mulia Desa Padang Luas Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, mengaku tak menyangka uang tunai senilai Rp1.334.000.000 Milyar milik koperasi yang berada di dalam mobil miliknya raib dibawa kabur oleh kawanan perampok.
Padahal, pada Kamis (13/04/17) sekitar pukul 11.30 wib itu, Ia hanya singgah sebentar untuk membeli kacamata untuk anaknya di Toko Toserba Grand Star Jalan Lintas Timur tepatnya di depan PT. United Tractor Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Saat Ia lengah itu lah, perampok memutuskan untuk beraksi.
Pelaku mengambil uang diduga dengan memecahkan kaca mobil milik korban jenis Toyota Avanza berwarna putih.
"Uang tersebut merupakan hasil penjualan hasil kelapa sawit Kelompok Tani Koperasi Belimbing Jaya (KBJ) Kecamatan Langgam yang dicairkan dari Bank BNI Pangkalan Kerinci," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Jumat (14/04/17) siang.
Dari hasil rangkuman yang didapatkan, korban melakukan pencairan cek senilai Rp 1.334.000.000 miliar ke Bank BNI Pangkalan Kerinci. Uang itu dimasukkan dalam tas yang diletakkan di kursi tengah sebelah kiri.
Usai meninggalkan Bank BNI, korban berlalu menuju Toko Toserba Grand Star di Jalan Lintas Timur tepatnya di depan PT United Tractor, membeli kaca mata anaknya. Di saat itu lah, perampok beraksi memecahkan kaca mobilnya lalu mengambil tas berisi uang tersebut.
"Dari keterangan korban, pelaku berjumlah 2 orang menggunakan sepeda motor sejenis Honda Verza warna merah yang kabur ke arah simpang lampu merah namun korban kehilangan jejak pelaku saat dikejar," sambung Guntur.
Kini kasusnya masih dalam penyidikan lebih lanjut, dan mendengarkan keterangan beberapa saksi yang berada dilokasi kejadian tersebut. Sejauh ini pihak kepolisian tengah melakukan razia dijalanan.
"Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mendalami lebih lanjut. Sementara ini sudah mendengarkan beberapa keterangan saksi-saksi dan CCTV," pungkas Guntur. [red]

