Ambulance tak dianggarkan, Damkar Pekanbaru curhat kalau tak dibantu terpaksa "todong" perusahaan
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, saat ini tengah membutuhkan mobil ambulance yang disiagakan untuk menolong korban yang tertimpa bencana. Meskipun telah dimasukkan dalam APBD 2017, DPKP mengaku pesimis kalau pengadaan unit ambulance tidak terlaksana.
"Saat ini kita membutuhkan 1 unit mobil ambulance untuk menolong korban. Tapi mungkin tidak terlaksana karena APBD saat ini tengah defisit," kata Kepala DPKP Kota Pekanbaru Burhan Gurning, kepada wartawan, Kamis (30/03/17).
Saat ini katanya, jumlah mobil penyelamatan tidak sebanding dengan jumlah pertumbuhan yang ada di Pekanbaru. Dimana saat ini, gedung-gedung dan ruko-ruko semakin pesat di Kota Pekanbaru. Pihaknya mengaku kewalahan dan memerlukan alternatif dalam pengadaan unit ambulance.
"Kalau keuangan Pemko Pekanbaru tak membantu, terpaksa kita membuat alternatif lain dengan meminta bantuan kepada perusahaan-perusahaan swasta yang bekerjasama dengan Pemko," ungkapnya.
Rencana "penodongan" kepada perusahaan tersebut, menurut Burhan sudah diamini oleh Pj Wali Kota Pekanbaru. Pihaknya, tengah mempersiapkan langkah-langkah bantuan, salah satunya adalah menyiapkan proposal.
"Proposalnya sudah disiapkan dan mau ditandatangani sama pak wali. Bahkan akan menjembatani melalui pihak perusahaan swasta nanti," terangnya.
Sebagaimana diketahui, DPKP Kota Pekanbaru, saat ini memiliki 26 armada pemadam, dari jumlah tersebut, enam unit diantaranya tidak layak dipakai dan hanya ready 20 unit. 3 diantaranya adalah mobil komando dengan layak jalan sebanyak 17 unit termasuk yang ada di setiap kecamatan. [red]

