Kios pedagang disegel
Tarif sewa dinaikkan 70 persen oleh pengelola plaza the central, pedagang ngadu ke DPRD Pekanbaru
PEDAGANG NGADU - Perwakilan pedagang plaza the central yang berada di Jalan ahmad yani mengadu ke DPRD Pekanbaru. Persoalan ini buntut dari kebijakan menaikkan harga tarif service sebesar 70 persen oleh pihak pengelola | Beritariau.com2017
Beritariau.com Pekanbaru - Kios pedagang yang berjualan di Plaza The Central, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pekanbaru, disegel oleh pengelola PT Peputra Maha Jaya (PMJ). Akibatnya ratusan pedagang protes dan mengadu ke DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (30/03/17).
Penyegelan kios pedagang tersebut buntut dari para pedagang yang tidak membayar tarif baru sewa kios yang naik sebesar 70 persen dari kebijakan baru yang di terapkan PT PMJ pada tahun ini. Para pedagang sebelumnya sudah meyampaikan keberatan kepada pihak pengelola dengan tarif baru tersebut. Namun, pengelola tidak merespon keluhan pedagang.
"Kenaikan sewa kios 25 persen, kenaikan service charge 25 persen, itu belum masuk biaya-biaya lain atau ppn yang kalau ditotal semuanya mencapai 70 persen," ungkap perwakilan pedagang Fatrizo, saat mengadu ke DPRD Pekanbaru yang diterima langsung oleh beberapa Anggota DPRD, diantaranya Puji Daryanto, Herwan Nasri dan Zaidir Albaiza dari Komisi IV.
Menurutnya, kebijakan tarif service yang naik sebesar 70 persen tersebut, dinilai tidak masuk akal. Mengingat, saat ini kondisi pengunjung yang ada di plaza the central sangat sepi dari jual beli. Pedagang mengaku tak tahan dan menyebut pengelola sepertinya tidak mempunyai hati nurani.
"Kami keberatan dan tidak sanggup lagi. Kami berharap, DPRD segera melakukan mediasi dan membantu kami para pedagang dalam penyelesaikan persoalan ini," pintanya.
Selain persoalan kenaikan sewa kios dan servisce charge, pedagang juga mengeluh soal renovasi bangunan yang dilakukan pihak pengelola yang sangat menganggu kenyamanan pedagang bahkan para pengunjung.
"Salah satu penyebab sepinya pengunjung karena adanya renovasi, pengunjung mengeluh debu, selain itu juga banyak kios yang masih kosong sehingga penggunjung enggan untuk berbelanja karena tak banyak pilihan, otomatis omset kami juga menurun," keluhnya.
Sementara perwakilan pedagang lainnya, Jimi yang berdagang di gedung A juga mengeluhkan hal serupa, bahkan kenaikan sewa kios terkesan sangat dipaksakan.
"Setiap gedung itu beda-beda kenaikannya, kalau saya di gedung A itu sewa kiosnya Rp.900 ribu hingga Rp.1 juta per bulannya. alasannya gedung A lebih bagus dan ada Ac, kenyataanya AC nggak dingin masih mending kipas angin," ucapnya.
Menurut pengakuan pedagang Lainnya Dodi, saat ini kondisi Kios masih disegel oleh pihak pengelola sampai para pedagang menyetujui atas kenaikan sewa tersebut, untuk itu, pihaknya berharap Pemko bersama DPRD bisa segera membantu para pedagang untuk berkoordinasi dengan pihak pengelola agar membuka kembali segel tersebut.
"Dari awal kami sudah melayangkan surat ke Komisi II, Disperindag namun belum ada tindak lanjut, sementara kios kami masih disegel, kami berharap sementara waktu dibuka kembalilah segel tersebut, kalau seperti ini terus siapa yang kasi kami makan," pungkasnya. [bam]

