Tim Medis RS Bhayangkara Diturunkan
Polda Riau buru pelaku Mutilasi di Bengkalis, korban dipotong jadi 5 bagian

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bergerak cepat membentuk tim pemburu AR (31 tahun), pelaku pembunuhan sadis di Desa Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis.
Pemilik lokasi permainan Bilyar ini diketahui kabur pasca penemuan jasad Bayu Santoso (27), warga Jalan Datuk Laksamana Desa Tanjung Medang yang dimutilasi pada Jumat (24/03/17) malam.
"Tim gabungan sedang bekerja. Doakan segera tertangkap," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Rabu (29/03/17). Dijelaskannya, dugaan sementara, motif pelaku dipicu masalah hutang piutang dan sakit hati.
Kepolisian juga, lanjut Guntur, langsung menerjunkan Tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk melakukan pemeriksaan otopsi terhadap Bayu guna mengetahui kecocokan pasangan tubuh korban.
"Tim medis Rumah Sakit Bhayangkara sudah disana, untuk melakukan otopsi pada tubuh korban," ujar Guntur lagi.
Hasil pemeriksaan sementara, Bayu tewas akibat dua tusukan dibagian paru-paru dan jantungnya. Senjata yang digunakan pelaku sebilah sangkur.
"Akibat dua tusukan dengan sebilah sangkur, yang menyebabkan korban tewas seketika. Itu hasil sementara. Namun kita masih melakukan pemeriksaan lainnya untuk kecocokan tubuh korban," ucap Guntur.
Seperti diberitakan, warga di Kabupaten Bengkalis digegerkan dengan peristiwa pembunuhan sadis yang menewaskan Bayu.
Pria yang diketahui sehari-hari bekerja sebagai pengantar sepeda motor di Perusahaan Dealer di Pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat Utara ini, tewas secara tragis usai dibantai oleh AR, Pemilik tempat permainan Bilyard.
Jasadnya ditemukan telah dipotong-potong dalam sebuah koper yang diletakkan di sebuah drum kosong di Ruko, tempat lokasi permainan Bilyard.
Kasus ini terkuak setelah seorang saksi mata berinisial Ad alias Gondrong (29 tahun), melaporkan perbuatan sadis AR tersebut 2 hari setelah kejadian terjadi.
Pasalnya, Gondrong dirundung ketakutan dan terpaksa bersembunyi. Informasi yang dihimpun dari kepolisian, peristiwa tragis itu bermula pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 wib.
Saat itu, Gondrong yang tengah asyik bermain Bilyard, diminta oleh AR untuk memanggil Bayu. Tak lama berselang, Bayu pun datang dan duduk di kursi di depan meja Bilyard.
Anehnya, AR langsung mengunci pinto ruko dari dalam lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi, ternyata AR menenteng dua bilah pisau dan tanpa basa-basi langsung menikam punggung Bayu dari arah belakang.
Melihat kejadian itu, spontan, Gondrong ketakutan dan langsung lari keluar dari ruko. Rasa takutnya membuatnya bersembunyi di hutan sekitar perkampungan selama 2 hari.
Setelah situasi aman, barulah Gondrong keluar dari hutan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rupat Utara.
"Atas laporan itu, petugas langsung terjun ke TKP (Ruko Bilyard, red) dan menemukan tubuh korban sudah dimutilasi dan dimasukkan ke dalam koper," terang Guntur.
Sayang, setibanya di ruko, AR sudah kabur. "Kita juga menemukan dua bilah pisau yakni Sangkur dan Pisau Genggam termasuk Baju dan Celana yang diduga milik korban. Semuanya kita jadikan barang bukti," jelasnya.
Korban yang sudah tewas langsung dipotong-potong menjadi 5 bagian besar yang dimasukkan kedalam tas hitam dan kantong plastik kemudian disimpan dalam tong di dalam kamar pelaku.
"Potongan tubuh korban ditemukan dalam tong besar yang didalam kamar ruko milik pelaku. Saat ditemukan tubuh korban sudah menjadi 5 potong bagian yang diduga dimutilasi pelaku," terang Guntur. [red]

