Rekaman hujat jokowi beredar, Lurah sungai sibam Pekanbaru malah curhat


ISI PERCAKAPAN - Lurah Sungai Sibam, Lukman Hakim Pekanbaru | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Lurah Sungai Sibam, Kecamatan Payung Sekaki, Lukman Hakim, menanggapi soal isi rekaman yang menghujat presiden Republik Indonesia, Jokowi, saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar 1 Februari 2017 lalu.

"Ntah suara apa. Siapa pulak merekam. Apa pulak ngarahkan massa. Kapan pulak awak nyobuiknyo. Kini saya judulnya tenar," ucap Lukman, saat dikonfirmasi melalui selularnya, Selasa (21/02/17).

Malahan, dia menyebut kalau dirinya bersyukur bisa terkenal, dimana sekarang gambarnya ada dimana-mana. Menurutnya, apapun yang terjadi di Pekanbaru harus berjalan dengan baik.

"Payah sekarang ini sejak ada saber pungli, susah, susah. Saat ini saya sudah tidak fokus jadi lurah lagi, saya banyak ke Bangkinang untuk berkebun," ungkapnya.

Lukman malah bercerita lewat curahan hatinya kalau saat ini pertumbuhan ekonomi terhadap pegawai negeri memang sangat-sangat sudah diambang.

"Kini tekanan pegawai negeri disebut Ampera (amanat penderita rakyat). Pegawai hanya makan nasi Rp7000 itulah yang dimakannya anak bini pegawai saat ini," katanya.

Ditanya soal adanya surat pemanggilan yang dikayangkan Panwaslu soal rekaman yang telah dilaporkan dan beredar ke masyarakat, Lukman malah pura-pura bingung.

"Surat apa? tak ada di panggil, ajak lah makan bersama apa lak payahnya," pungkasnya. [bam]