Dari percakapan mendukung nomor 3
Lurah sungai sibam Pekanbaru, menghujat jokowi soal saber pungli
PIDATO LURAH - Lurah Sungai Sibam Payung Sekaki Pekanbaru, Lukman Hakim | Beritariau.com2017
Beritariau.com Pekanbaru - Lurah Sungai Sibam, Kecamatan Payung Sekaki, Lukman Hakim, melakukan penghujatan terhadap presiden Republik Indonesia, Jokowi, dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar pada 1 Februari 2017 yang lalu.
Hal itu diketahui dari bukti rekaman percakapan lurah bersama perangkat RT dan RW yang disodorkan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Pilwako Jujur (Gemppur), kemarin, di 3 titik aksi, Kantor Walikota Pekanbaru, Kantor Panwaslu Pekanbaru dan Bawaslu Provinsi Riau.
Dari isi percakapan pidato Lukman Hakim di acara Musrenbang, dia melakukan kampanye secara terbuka mendukung dan mengkampanyekan pasangan nomor 3, Firdaus-Ayat, sebelum pilkada Pekanbaru 15 Februari 2017.
Dia bahkan menyebutkan bila calon Walikota Pekanbaru, Firdaus, tidak terpilih di Pilkada Pekanbaru 2017, dia akan berhenti menjadi lurah dan berhenti menjadi pegawai negeri.
Dia juga membujuk RT dan RW lewat program bagi-bagi uang sebesar Rp100 juta setiap RW melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB RW).
Tidak hanya itu, curhat dari Lurah ini juga menceritakan banyaknya persoalan yang timbul dan mirisnya sistem pemerintahan tempat asalnya, Bangkinang, Kabupaten Kampar. Dimana, anaknya yang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dinonjobkan dan terpaksa dipindahkan ke Pekanbaru dan mendapat jabatan oleh Walikota Pekanbaru periode 2011-2017, DR Firdaus ST MT.
Lukman hakim juga menceritakan, dampak rasionalisasi pemangkasan APBD di seluruh daerah Indonesia, berimbas terhadap program bagi-bagi uang (PMB-RW) dan adanya gerakan Satuan Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Dan membuat dirinya menyalahkan dan menuduh presiden Jokowi merampok uang triliunan. [bam]

