Jelang pilkada Pekanbaru beredar isu komunis, DPR RI: orang berkuasa ada keinginan untuk merampok
JURKAM BISA - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI P, Juliari P Batubara saat menjadi Juru Kampanye (Jurkam) di Pasangan yang diusung PDI P dan PPP, Bibra-Said (BISA) | Istimewa
Beritariau.com Pekanbaru - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan derah pemilihan Jawa Tengah I, Juliari P Batubara, menanggapi isu miring paham komunis yang sengaja dihembuskan oleh segelintir orang dan oknum tertentu di Pilkada Pekanbaru 2017.
Menurut Anggota Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM&BUMN standarisasi nasion itu menyebutkan, isu-isu paham komunis itu sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak senang dengan kebangkitan Nasionalisme Indonesia.
Bahkan dia menduga yang membangkitkan isu-isu tersebut adalah orang yang pernah berkuasa di Kota Pekanbaru dan dengan sengaja digunakan untuk merampok kembali negerinya.
"Dengan isu komunis yang dilemparkan ke masyarakat, mereka leluasa lagi untuk melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dikemudian hari," kata Juliari, saat menjadi Juru Kampanye (Jurkam) paslon nomor urut 5 Bibra-Said (BISA), kemarin.
Bahkan katanya, PDI Perjuangan sejak dulu tetap di barisan nasionalisme. Bila ada yang menghembuskan ada paham komunis, tentu partai PPP yang berlandaskan agama Islam tidak akan mau berkoalisi.
"Saya harapkan isu itu jangan membuat kita kecil hati dan mengendorkan semangat kita mememangkan pasangan BISA nomor 5. Isu itu sengaja di beberkan oleh orang berkuasa untuk menjajah negerinya," cetusnya.
Dia juga mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya money politic atau politik uang. Bila itu terjadi masyarakat jangan terlena dan jangan hanya dengan uang yang tidak begitu banyak, membuat masyarakat salah memilih pemimpin nantinya di Kota Pekanbaru.
"Money politic pasti ada. Ambil uangnya tapi coblos saya rasa belum tentu. Bukatkan tekad untuk memperbaiki kota Pekanbaru kedepan karena sudah banyak yang tidak betul terjadi di kota pekanbaru," pungkasnya. [bam]

