Debu Galian Masuk Rumah Warga

Jalur Lambat Tak Selesai, Warga Cipta Karya dan Purwodadi Resah

Jalur Lambat Tak Selesai, Warga Cipta Karya dan Purwodadi Resah

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Akibat tidak selesainya jalur lambat tahap II yang berlokasi dari Jalan Purwodadi hingga ke Jalan Cipta Karya Kecamatan Tampan, membuat warga sekitar protes.

Pantauan Beritariau.com Rabu (24/9/14) siang, sepanjang ruas jalan mengalami kemacetan yang cukup panjang. Meski memakai akses jalan dua arah, kemacetan akibat galian jalur lambat ini membuat beberapa debu di jalanan bertebangan. Hal inilah membuat warga sekitar mengeluh.

“Debu galiannya masuk ke rumah saya. Anak saya tidur bahkan batuk-batuk. Saya minta kepada pemerintah pembuatan jalur lambat ini selesai dikerjakan,” kata Erni (30) warga yang tinggal di Jalan Cipta Karya, saat ditemui di lokasi.

Bahkan, Ibu dua anak ini menuturkan bahwa pembangunan jalur lambat terkesan mendadak tanpa ada melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Kita tidak tahu tiba-tiba sudah dibuat saja jalur lambat. Ini yang disayangkan,” ucapnya mengeluh.

Pengerjaan jalur lambat tahap II ini adalah lanjutan dari tahap I. Pembangunan di tahap pertama dilakukan mulai dari Putri Tujuh hingga ke Purwodadi, Tampan. Akibatnya, beberapa warga kebingungan dan tidak sedikit pula yang protes.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yuwono, mendesak agar pembangunan jalur lambat segera diselesaikan sehingga tidak dikeluhkan oleh masyarakat lagi.

“Dinas PU, Kecamatan, Lurah, RT dan RW yang terlibat supaya dapat duduk bersama agar dapat menjelaskan kepada warga sekitar mengenai pembangunan jalur ini. Sehingga tidak ada persepsi negatif nantinya bagi warga. Keluhan warga ini harus ditindaklanjuti,” ucap Politisi dari Partai Demokrat ini.

Pembangunan jalur lambat ini menurut Sigit banyak manfaatnya. Mengenai dampak jalur lambat yang bersentuhan dengan rumah warga, Sigit meminta agar dilakukan musyawarah bersama perangkat daerah sehingga tidak terjadi gesekan nantinya dilapangan.

“Harus ada sosialisasilah kuncinya. Sehingga tidak terkesan dadakan dan warga yang rumahnya terkena dampak jalur lambat ini nanti bisa melakukan persiapan untuk pindah,” ungkapnya. [Bam]

Tags :# politik