Heboh! Bunga Bangkai Tumbuh di Halaman Rumah Mbah Wasni

Warga Indragiri Hulu heboh temuan bunga Bangkai. (foto:Merdeka)
Beritariau.com, Rengat - Masyarakat Desa Bukit Petaling, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan dengan tumbuhnya bunga raflesia atau bunga bangkai di halaman rumah salah satu warganya. Yakni di halaman seorang wanita lanjut usia bernama Mbah Wasni.
Tak ayal lagi, masyarakat dari desa lain pun berdatangan untuk dapat melihat secara langsung bunga langka itu.
"Sudah seminggu lalu ditemukan pemilik halaman rumah Mbah Wasni. Kami pun langsung ke situ begitu tahu ada bunga Bangkai," kata Risa, warga setempat dikutip dari merdeka.com, Kamis (5/1/2017).
Awal ditemukan, bunga itu masih kuncup, namun empat hari kemudian bunga langka dan cantik itu tumbuh besar dan mekar. Cerita dari mulut ke mulut membuat bunga tersebut jadi bahan perbincangan. Warga yang penasaran tak mau melewatkan momentum untuk selfie tanpa merusak bunga tersebut.
"Heboh banget, tadi malam saja sampai jam 12 masih ada orang yang melihat bunganya. Baru sekali ini ada di desa kami, pas di sebelah rumah saya itu halamannya," kata Risa.
Hingga hari ini, ratusan warga masih antre berbondong-bondong melihat bunga bangkai itu dari dekat. Namun belum ada respons dari pemerintahan setempat terkait temuan bunga ini.
"Hari ini banyak yang datang dari desa Titian Tinggi, Sungai Baung, dan desa Tani Makmur. Bunganya pun masih cantik, tak ada yang merusaknya. Karena langka dan warga sayang dengan bunga ini, ya berfoto selfie lah semuanya," ucap Risa.
Warga pun tidak tahu apa yang harus mereka lakukan terhadap bunga itu. Mereka hanya bisa melihat, dan sesekali memegangnya.
"Biasa saja, tak terjadi apa-apa. Kami hanya heran saja, selama ini kan hanya lihat bunga ini di buku, di internet. Sekarang malah bisa melihatnya sendiri," kata Risa.
Terkait kemunculan bunga tersebut, pihak BKSDA Inhu, Permohonan Lubis menyatakan bahwa Raflesia tersebut bisa saja tumbuh di Inhu. Terutama di sekitar Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) karena memang banyak bibit pada lokasi tersebut, termasuk di daerah transmiggrasi di Inhu karena sebelumnya merupakan kawasan hutan.
Bunga tersebut hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati.
"Persentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat datang membuahi, ucapnya. [red]

