Wisata di Meranti Kurang Diminati, ini Alasan Disparpora

Objek wisata tasik di Kepulauan Meranti
Beritariau.com, Selatpanjang - Sepanjang musim liburan sekolah dan akhir tahun 2016, beberapa destinasi wisata di Kabupaten Kepulauan Meranti terbilang kurang diminati. Ini terlihat dari aktivitas warga setempat yang lebih memilih bepergian keluar daerah untuk mencari objek wisata lain.
Seperti diungkapkan Jhone Alfa Simbiring, warga Kelurahan Tebingtinggi Timur. Di musim liburan kemarin, ia sekeluarga memilih menghabiskan waktu di Sumatera Barat (Sumbar). Alasannya, selain memiliki objek wisata yang cantik, pengelolaannya juga bagus.
"Menikmati libur sekolah dan tahun baru 2017, kami sekeluarga lebih memilih liburan di Sumatera Barat. Benar, kita di Meranti memiliki sejumlah objek wisata. Tapi itulah, kondisinya memprihatinkan jadi kurang asyik untuk liburan bersamakeluarga," ujarnya, Rabu (04/01/2017).
"Biar penat sedikit, kita pilih Sumbar sajalah. Ini bukan karena daerah kita tidak punya tempat untuk dikunjungi, tapi kondisinya sejak puluhan tahun sampai kini, begitu-begitu saja," tambahnya lagi.
Sebenarnya, Kepulauan Meranti memiliki beberapa destinasi wisata seperti Sungai Bokor dan beberapa tasik yang memiliki keindahan. Namun kurangnya fasilitas pendukung dan infrastruktur jalan membuat objek wisata ini kurang diminati. Selain itu, objek wisata juga belum dikelola dengan baik.
Menanggapi kondisi ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kepulauan Meranti Drs H Ismail Arsyad MSi, mengatakan bahwa dirinya bersama tim destinasi sudah melakukan berbagai cara. Termasuk salah satunya menginventarisir sejumlah destinasi yang ada di Kepulauan Meranti yang layak dikemas dan dikembangkan.
Namun, untuk mencapai ke arah itu sangatlah dibutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang. Hal ini tentunya berkaitan dengan kekuatan anggaran daerah yang sangat tidak memungkinkan untuk mengembangkan destinasi wisata di Meranti.
"Sampai sat ini kita tetap fokus dan terus melobi provinsi dan pemerintah pusat agar membantu anggaran pembangunan destinasi wisata di Meranti. Lobi yang kita lakukan kyga berdasarkan data-data destinasi yang kita punya dari hasil inventarisir tadi," ungkapnya.
Paling tidak, kata Ismail, di Kota Selatpanjang nantinya bisa dibangun waterfront city yang sesuai perencanaan bisa dibangun di kawasan dorak. Dengan dibangunnya waterfront, paling tidak masyarakat Selatpanjang dapat menikmati liburnya di tempat tersebut dan tidak perlu lagi menghabiskan uang di daerah lain hanya untuk berlibur.
"Persoalannya sekarang, masyarakat kita ini memang suka dengan keindahan di tempat lain. Mungkin karena bosan dengan alam kita dan itu tidak bisa dipungkiri. Yang jelas kita tetap akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan keinginan banyak. [red]

