1 dari 2 Pelaku Coba Lari
Doorrrr !!! Peluru Tembus Kaki si Penjual Narkoba

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Dua orang pengedar narkoba jenis sabu dan pil ekstasi berinisial SA dan GH, berhasil diringkus Satres Narkoba Polres Dumai.
Satu diantaranya terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan petugas. Tak ayal, darah pun mengucur dari kaki sebelah kanan pelaku yang berniat melarikan diri itu. Penangkapan keduanya berawal dari informasi yang diterima polisi.
"Dari info itu, anggota menelusuri TKP yang disebutkan informen. Setelah diintai, polisi membekuk pelaku pertama yakni SA, pada Jumat (19/9/14) lalu," ujar Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Minggu (21/9/14).
SA ditangkap pada saat berada dijalan Soekarno Hatta Km 12, Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, sekitar pukul 17.30 Wib. Namuin, saat polisi akan memborgolnya, SA berusaha melarikan diri.
Meski telah diberi tembakan peringatan 2 kali oleh petugas, namun pelaku tetap saja berusaha kabur, sehingga harus dilumpuhkan dengan timah panas, persis di bagian tangannya, hingga pelaku ambruk, dan dilarikan ke RS Bhayangkara Kota Dumai.
Setelah diintrogasi Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dumai, pelaku mengakui menyimpan barang haram tersebut dirumahnya. Kemudian anggota pun bergerak ke TKP, dan melakukan penggeledahan.
Saat menggrebek rumah pelaku, anggota mendapati tersangka berikutnya, yakni GH. Mengetahui kedatangan petugas, GH pun berusaha membuang sejumlah barang bukti (BB), yang ia sembunyikan didalam sebuah kotak rokok. Namun polisi yang cekatan, menemukan BB tersebut.
"Pelaku berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang bungkusan rokok di tangannya, namun diketahui polisi," kata Guntur.
Setelah digeledah, dari dalam kotak rokok ini, anggota mendapati 1 paket sabu, serta 2 butir pil ekstasi. Iapun segera diamankan tim Opsal ke Mapolres Dumai untuk dimintai keteranganya.
"Sat Res narkoba Dumai masih melakukan pengembangan dari Kedua pelaku ini. Diduga tersangka masih menyimpan barang bukti lainnya. Saat ini keduanya sudah diamankan, tersangka SA yang mengalami luka tembak sudah menjalani perawatan," pungkas Guntur. [Pan]
Satu diantaranya terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan petugas. Tak ayal, darah pun mengucur dari kaki sebelah kanan pelaku yang berniat melarikan diri itu. Penangkapan keduanya berawal dari informasi yang diterima polisi.
"Dari info itu, anggota menelusuri TKP yang disebutkan informen. Setelah diintai, polisi membekuk pelaku pertama yakni SA, pada Jumat (19/9/14) lalu," ujar Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Minggu (21/9/14).
SA ditangkap pada saat berada dijalan Soekarno Hatta Km 12, Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, sekitar pukul 17.30 Wib. Namuin, saat polisi akan memborgolnya, SA berusaha melarikan diri.
Meski telah diberi tembakan peringatan 2 kali oleh petugas, namun pelaku tetap saja berusaha kabur, sehingga harus dilumpuhkan dengan timah panas, persis di bagian tangannya, hingga pelaku ambruk, dan dilarikan ke RS Bhayangkara Kota Dumai.
Setelah diintrogasi Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dumai, pelaku mengakui menyimpan barang haram tersebut dirumahnya. Kemudian anggota pun bergerak ke TKP, dan melakukan penggeledahan.
Saat menggrebek rumah pelaku, anggota mendapati tersangka berikutnya, yakni GH. Mengetahui kedatangan petugas, GH pun berusaha membuang sejumlah barang bukti (BB), yang ia sembunyikan didalam sebuah kotak rokok. Namun polisi yang cekatan, menemukan BB tersebut.
"Pelaku berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang bungkusan rokok di tangannya, namun diketahui polisi," kata Guntur.
Setelah digeledah, dari dalam kotak rokok ini, anggota mendapati 1 paket sabu, serta 2 butir pil ekstasi. Iapun segera diamankan tim Opsal ke Mapolres Dumai untuk dimintai keteranganya.
"Sat Res narkoba Dumai masih melakukan pengembangan dari Kedua pelaku ini. Diduga tersangka masih menyimpan barang bukti lainnya. Saat ini keduanya sudah diamankan, tersangka SA yang mengalami luka tembak sudah menjalani perawatan," pungkas Guntur. [Pan]

