Masyarakat Kali Kapuk Nyatakan Siap Perang dengan PT MAI

Ilustrasi lahan sengketa
Beritariau.com, Rokan Hulu - Masyarakat kali Kapuk, Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu menyatakan siap perang jika lahan kelapa sawitnya terus diserobot oleh PT Majuma Agro Indonesia (PT MAI).
"Kami masyarakat kali kapuk selama ini sudah cukup sabar namun pihak perusahaan terus berupaya menguasai lahan masyarakat untuk memperluas areal perkebunannya," kata salah satu tokoh masyarakat Kali Kapuk, Haris Dauly, Senin (7/11/2016) kemarin.
Menurutnya, konflik antara masyarakat dan perusahaan sudah berlangsung selama empat tahun.
Dimulai dari tahun 2012 hingga sekarang, tanpa ada penyelesaian yang jelas. Wilayah yang disengketakan ini berada di wilayah tapal batas antara Pemkab Rohul, Riau dengan Pemkab Padang Lawas, Sumut.
Sebelumnya, sudah ada kesepakatan antara kedua pemerintah Rohul daerah untuk tidak beraktivitas di lahan yang disangketakan. Namun kenyataannya, PT MAI tetap beraktivitas, termasuk di lahan masyarakat yang sudah ditanami dan sudah berproduksi.
"Perusahaan menggunakan alat berat dengan menanami tanaman baru berupa tanaman yang sama yaitu kelapa sawit di lahan kami sendiri. Tentukan kami tidak terima jika lahan kami dikuasai oleh PT. MAI, karena selama ini kami sudah berjuang keras untuk mengelola lahan tersebut mulai dari Imas tumbang sampai menanami sawit dan saat ini sebagian sudah menghasilkan," ucap Haris.
Kepala Desa Batang Kumu, Afnan Pulungan membenarkan kedatangan puluhan masyarakat Kali Kapuk ke kantor desa. Masyarakat yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Perjuangan Petani Kali Kapuk (FKPPK) datang untuk berdiskusi, terkait permasalahan lahan antara masyarakat dengan PT MAI.
"Kita sambut baik kedatangan mereka karena bertujuan baik. Saya selaku pemerintah Desa Batang Kumu untuk sementara meminta Pemkab Rohul dan Pemkab Padang Lawas, Sumut untuk menentukan tapal batas lahan antara PT MAI dengan masyarakat Kali Kapuk. Kita tidak ingin ada lagi korban terutama di lahan yang disengketakan," harap Afnan. [cp]

