Ketinggalan Kampanye

Berbuat baik, BISA yakin masyarakat memilihnya di Pilkada Pekanbaru. Ini alasannya

Berbuat baik, BISA yakin masyarakat memilihnya di Pilkada Pekanbaru. Ini alasannya

PASANGAN BISA - Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017-2022 - Dastrayani Bibra dan Said Usman Abdullah (BISA) resmi ditetapkan sebagai Paslon oleh KPU Pekanbaru di Pilkada Pekanbaru 2017 | Beritariau.com 2016

Beritariau.com, Pekanbaru - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Walikota Pekanbaru, H Dastrayani Bibra (IDE) dan Said Usman Abdullah (SUA) mengaku optimis kalau masyarakat Kota Pekanbaru, mendukung dan memilihnya di Pilkada Pekanbaru yang dihelat Februari 2017 mendatang. Meskipun saat ini banyak ujian dan tantangan oleh keduanya dan ketinggalan "start" kampanye dialogis.

Optimisme yang dikatakan pasangan berjuluk Bibra-Said (BISA) ini dilihat saat dua orang yang berbeda pengalaman ini, berperan di dunianya masing-masing. IDE berpengalaman di pemerintahan kota Pekanbaru dan SUA sendiri berpengalaman sebagai Anggota DPRD Kota Pekanbaru. 

Tidak sebentar, begitulah yang disampaikan IDE sewaktu menjabat di Pemko Pekanbaru. Begitu juga dengan SUA yang 3 periode lamanya bergelut di dunia politik dan berbuat baik ke masyarakat Kota Pekanbaru.

"9 tahun saya menjadi camat dan 9 tahun saya mempromosikan diri ke masyarakat. Kemudian 10 tahun saya mempromosikan diri melalui jabatan dinas. Sementara pak said usman sudah 15 tahun mempromosikan diri di dunia politik sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Pekanbaru. Saya rasa tidak ada kata terlambat (dikenal,red)," kata IDE didampingi SUA, putra asli kota Pekanbaru ini, diwawancarai wartawan, Senin, (7/11/16).

Senada juga disampaikan calon Wakil Walikota Pekanbaru, SUA. Dengan kondisi BISA yang saat ini mendapat ujian dan cobaan dari lawan politik meskipum dijegal dan akhirnya lolos menjadi Peserta Pilkada Pekanbaru 2017, dia yakin akan banyak kemudahan yang didapatkannya kedepan.

"Nasib paslon tentunya nasib pekanbaru kedepan, dengan kondisi kami mendapat ujian dan tantangan, kita yakin allah memberi kemudahan untuk melancarkan urusan kita," ungkapnya.

Meskipun saat ini KPU Pekanbaru salah sebagai penyelenggara Pilkada, dia menyebutkan bahwa hal ini tidak akan berdampak kepada gugatan yang akan dilayangkan. Dia menyerahkan keputusan itu kepada 1,1 juta masyarakat Pekanbaru.

"Ini (penjegalan,red) bagian dari dinamika politik. Dan hal itu biasa. Dalam politik saya biasa mendapat tekanan seperti ini. Kita legowo dan tidak perlu mempersoalkan lagi. Pesta demokrasi sudah dimulai, kedepan kita berharap betul-betul disetarakan dengan paslon lainnya," pungkasnya. [bam]