Liputan Khusus Problematika Sosial

Sst! Inilah jejak terselubung prostitusi gadis dibawah umur di Pekanbaru

Sst! Inilah jejak terselubung prostitusi gadis dibawah umur di Pekanbaru

ilustrasi

Pekanbaru - "Butuh uang!" menjadi alasan utama para gadis merelakan tubuhnya untuk dijadikan pelampiasan seksual kaum pria hidung belang. Sedangkan 'fee' jasa menawarkan layanan seks komersial adalah motivasi dari para makelar.

Di Pekanbaru, dalam sebulan terakhir, wajah media dihiasi berita seputar prostitusi yang melibatkan gadis dibawah umur hasil pengungkapan yang dilakukan oleh Tim Cyber Patrol (Patroli Dunia Maya) Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.‎

Sebanyak 3 orang diduga mucikari yang menjajakan 5 orang gadis muda termasuk diantaranya yang masih dibawah umur diamankan pada 20 September 2016 lalu.

Terbongkarnya jasa layanan seks ini mengundang keprihatinan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Provinsi Riau. Usai menyambangi Mapolda Riau, ‎Ketua Komnas PA Riau Ester Manurung meminta agar semua pihak termasuk media ikut berperan mengawasi masalah ini.

Menariknya, meski telah ada yang tertangkap, Polda Riau juga sempat 'mewarning' para pelaku lantaran masih ditemukannya akun jejaring sosial yang menawarkan layanan seks gadis via online ‎oleh Tim Cyber Patrol.

Namun, para pelaku ternyata tak jera. Pasalnya, secara tak sengaja, awak ‎Beritariau.com masih menemukan aktivitas terlarang ini.

Berawal dari penelusuran ringan melalui percakapan yang dilakukan via Cyber Sosial Media, baik pesan singkat seluler (SMS) hingga Blackberry Messenger (BBM), membuktikan bahwa uang memang menjadi alasan utama dari aktivitas tetap berlangsung.‎

Yang lebih mengejutkan, para pelaku malah menawarkan rekannya sendiri. Hal ini terkuak saat awak Beritariau.com‎ nyaris menembus jaringan ini.‎

Penelusuran ini bermula saat awak media ini mendapatkan informasi melalui salah seorang kenalan yang berdomisili di Kecamatan Tenayan Raya. Sebut saja namanya Saiful.

Ia meminta media ini menelusuri salah satu mucikari berinisial Uf yang menurutnya masih berusia 19 tahun. Gadis muda ini, katanya, kerap menawari dirinya sejumlah gadis termasuk yang dibawah umur untuk 'dipakai' alias disetubuhi. Namun, Saiful mengaku menolak.

"Uf ini 'pemain' dan sering berkali-kali menawarkan gadis dibawah umur. Katanya, kawannya lagi butuh uang. Tapi saya tidak mau," ungkap Saiful, bercerita, sepekan lalu Sabtu, (15/10/16) sekitar pukul 23.00 wib.

Mengejutkan, harga layanan seks gadis dibawah umur itu bahkan jauh dari perkiraan. "Dijualnya itu Short Time Rp300 ribu," sambungnya.

Singkat cerita, Saiful lalu meminta agar awak media ini sendiri menghubungi Uf dan mengorek informasi secara mendalam bagaimana modus kerjanya. Nomor seluler Uf pun dibagikan.

Diketahui, untuk membuka tabir terselubung masalah sosial dan hukum yang satu ini, tak mudah. Maklum si makelar atau mucikari ini harus dibuat  percaya agar 'jejak-jejak' jaringan ini dapat dimasuki. Tentu kata kuncinya adalah uang dan tarif.

‎Akhirnya, penelusuran pun di mulai. Sambungan ke seluler‎ Uf di nomor 081261780XXX tersambung. Percakapan demi percakapan berlangsung dan menuju ke tujuan  inti. Dengan beragam trik, awak Beritariau.com seolah minta tolong dicarikan teman kencan.

Positif! Uf memang mucikari.‎

Dari percakapan, Ia mengaku memiliki teman berusia masih dibawah umur yang kemudian ditawarkan.

Negoisasi alot soal tarif terjadi. Dan sepakat bertemu di salah satu minimarket yang berada di Jalan Teuku Umar, Pekanbaru. Namun, 60 menit berlalu, Uf tak merespon. Saat dihubungi kembali, Ia tak menjawab, sms pun tak berbalas. Pertemuan batal.

Lalu, Minggu, (16/10/16) sekitar pukul 04.34 wib dini hari, sang Uf mengirim sms dan menjelaskan persoalan batalnya pertemuan itu.

"Bang jam 7 pagi mau abang? Maaf tadi ga jelas, cewek tu berulah dia bg minta pulang, ni ada cewek yg baru, mau abg jam 7 pagi? minta maaf kali adek tadi bg, ni ada ganti nya," begitu isi sms yang diterima.

Sms itu s‎engaja tak direspon untuk memancing keseriusan Uf.‎ Berhasil. Uf terus mengkonfirmasi dan berusaha menawarkan jasa bisnis esek-esek gadis dibawah umur.‎ Awak media ini pun sengaja menarik-ulur tawaran itu.

Akhirnya, Uf mengajak bertemu pada Senin, (17/10/16) sekitar pukul 18.06 wib di tempat yang dijadwalkan semula, di salah satu minimarket yang ada di Jalan Teuku Umar Pekanbaru.‎

Dalam sms dia mengatakan bahwa dia membawa perempuan muda yang ingin diajak kencan.‎

Umpan berhasil. Perkenalan ‎dengan Uf pun berlangsung. Saat itu, disampingnya, ada seorang gadis berkulit hitam manis berusia sekitar 17 tahun. "Teman ni lagi butuh duit malam ni," ucap Uf, sembari menceritakan alasan kesulitan gadis ini.

Beralasan tak tertarik, awak Beritariau.com ‎menolak. Trik ini sengaja dilakukan agar jaringannya terlihat jelas. Jaringan ini sepertinya tak terorganisir. Negosiasi berakhir buntu, pertemuan pun bubar.‎

Tampaknya semangat si mucikari ini tak pudar. Ia seakan tak mau kehilangan calon pelanggan. Puncaknya, Jum'at, (21/10/16) sekitar pukul 15.08 wib, Uf kembali menghubungi dan menawarkan gadis lainnya.

Trik berhasil. Kali ini, Uf meminta bertukaran pin BBM agar tak repot saat menawarkan. Melalui BBM, Uf mulai menawarkan pilihan gadis-gadis berdasarkan foto dan rata-rata berusia 16 hingga 19 tahun. Diduga, mereka ini teman dekat si mucikari.

Awak Beritariau.com pun memilih salah satu gadis di foto yang dibagikan itu. Disepakati, pertemuan kembali dilakukan pada Sabtu, (22/10/16) kemarin, sekitar pukul 23.00 wib masih di tempat yang sama. Disampingnya, berdiri seorang gadis muda berkulit sawo matang berumur kurang lebih 16 tahun berinisial IN. Dialah gadis di foto itu. Benar-benar mengejutkan. Awalnya mengira tarif ini akan berkisar jutaan rupiah. Ternyata, tarif gadis dari Uf ini dibandrol begitu murah.‎

"Main sama dia Rp350 ribu sama kamar. Nanti bayar dulu samaku bang. Bayar sama cowoknya. Kamarnya sudah ada," ucap Uf.‎

Tiba pukul 00.30 wib Minggu, (23/10/16) dini hari, awak ‎Beritariau.com akhirnya ‎setuju bertransaksi. 

Pertemuan selanjutnya disepakati di salah satu hotel yang ada di jantung kota Pekanbaru. Di hotel bintang 2 itu, terlihat sepasang muda mudi keluar masuk hotel dengan pasangannya.

Bersama IN, lelaki muda berkulit hitam yang disebut Uf sebagai pacar IN ini telah 'standby' di parkiran hotel. 

Uang sebesar Rp200 ribu diserahkan sebagai tanda jadi. ‎Sisanya akan dibayarkan jika selesai kencan dengan IN. 

Sejauh ini, berhasil. Si gadis beserta kunci kamar hotel diserahkan saat di parkiran. Lalu, lelaki itu bergegas kabur dengan sepeda motornya.‎

Rencana penggalian informasi dari gadis ini mulai berjalan. Bincang-bincang terjadi sambil berjalan menuju tangga hotel. Ditanya soal tarif, IN membenarkan dirinya dijanjikan akan menerima bayaran sebesar Rp300 ribu.

Namun anehnya, IN malah balik bertanya kenapa pembayaran dilakukan kepada lelaki tersebut bukan kepada dirinya secara langsung. Awak media ini pun menjelaskan bahwa hal itu sesuai percakapan dengan Uf.

IN kaget. Hingga tiba di kamar, IN berulang kali menghubungi Uf untuk mempertanyakan soal bayaran, namun tak direspon. Tampak kesal dan kecewa, Ia bahkan menangis sambil berulang kali menghubungi Uf.

Sepintas terlihat, raut wajahnya tampak tak sedang bersandiwara. Beberapa pertanyaan yang dilempar pun tak dijawabnya. Ia tak merasa telah dipermainkan Uf. Kejadian ini, katanya, baru kali ini terjadi.‎

Penasaran, awak Beritariau.com pun ikut mencoba menghubungi‎ Uf. Juga tak direspon.

Situasi ini berlangsung tak lebih dari 10 menit. Rencana mendalami jaringan ini nampaknya gagal. Tidak tahu apa yang terjadi, namun, menurut gadis ini ada yang sesuatu dengan si mucikari.

Awak Beritariau.com terpaksa merogoh kocek dan ‎menyerahkan uang sebesar Rp200 ribu kepada IN dan menyuruhnya segera pulang.

Keluar dari areal hotel, awak Beritariau.com langsung ‎menghubungi Uf untuk mencari tahu perubahan sikap Uf ini. Setelah berulang kali, akhirnya Ia mengangkat sambungan selulernya.

Nada bicaranya yang awalnya penuh ‎bujuk rayu dan antusias ini mendadak berubah dingin dan datar. Ia bahkan menolak saat diajak bertemu.

Malah, hanya satu kalimat yang dilontarkannya. "Abang ini sebenarnya siapa?," tanya Uf lalu memutuskan percakapan.

Hingga laporan ini dilansir, Uf masih menolak bertemu. [bam]