Water Bombing di Sumsel dan Jambi Bikin Kabut Asap di Riau Berkurang

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Kabut asap di Riau yang lebih dominan berasal atau asap kiriman dari provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi, mulai berkurang.
Hal ini dikarenakan modifikasi cuaca dan water bombing yang dilakukan Satgas udara penanggulangan bencana Asap Riau yang bergeser ke daerah tersebut.
Berdasarkan citra Satelit Terra dan Aqua dari BMKG, mencatat Titik panas (Hotspot) hari ini Rabu (17/9/14) sore sejak pukul 16.00 WIB di pulau Sumatera terdapat 284 Titik panas, sementara di Riau tercatat ada 17 titik.
"17 titik panas di Riau tersebut hanya berada di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan dari titik panas tersebut, tercatat 6 titik api," ujar Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo, Rabu (17/9/14) sore.
Agus memperkirakan, untuk cuaca di Riau pada Umumnya cerah hingga berawan, namun diselimuti kabut asap. "Potensi hujan dengan intensitas ringan dan bersifat lokal diperkirakan terjadi malam hingga dini hari di wilayah Riau Bagian Utara dan Barat," terang Agus.
Sedangkan jarak pandang (Visibility) di jalan raya, sejak sore ini pukul 16.00 WIB, tercatat di Kota Pekanbaru berjarak 3 Km (smoke), di Pelalawan 3 Km (Smoke), sedangkan di Rengat 4 Km (Smoke) dan di Dumai 3 Km (Smoke)
"Berdasarkan data PM10 jam 16.00 WIB di stasiun Meteorologi Pekanbaru terhitung ISPU 71, udara di Riau dinyatakan sedang," jelas Agus.
Sementara itu, Komandan Landasan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kolonel Pnb M Khairil Lubis selaku Satgas Udara dalam penanggulangan bencana Asap Riau mengatakan, asap di Riau pada umumnya berasal dari provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi.
"Memang beberapa titik panas terdapat di Riau, tapi lebih dominan asap di Riau ini berasal dari Sumsel dan Jambi," ujar Khairil Lubis.
Menurutnya, kabut asap di Riau yang hari ini mengalami penurunan, itu diakibatkan rekayasa dan water bombing (Bom Air) yang dilakukan Satgas Udara di Sumsel dan Jambi. Namun, di Riau juga tetap dilakukan water bombing di beberapa titik kebakaran Hutan seperti di kabupaten Indragiri Hulu.
"Kemarin kita juga lakukan water bombing dan modifikasi cuaca di Kabupaten Inhu, ada beberapa titik api disana. Namun Satgas udara lebih dominan melakukannya di Sumsel dan Jambi, karena disana terjadi kebarakaran hutan yang cukup parah," jelas Khairil.
Selain Sumatera Selatan dan Jambi, kebakaran yang lebih parah juga terjadi di Palangkaraya provinsi Kalimantan Tengah, sejumlah helicopter dan Pesawat Hercules yang biasanya digunakan untuk memodifikasi cuaca di Riau digeser kesana.
"Jadi, selain di Sumsel dan Jambi, kebakaran hutan yang parah itu di Palangkaraya. Jika asap di Riau berkurang, itu artinya kebakaran hutan disana (Sumsel dan Jambi) mulai berkurang akibat dari modifikasi cuaca tersebut," pungkas Khairil. [Pan]
Hal ini dikarenakan modifikasi cuaca dan water bombing yang dilakukan Satgas udara penanggulangan bencana Asap Riau yang bergeser ke daerah tersebut.
Berdasarkan citra Satelit Terra dan Aqua dari BMKG, mencatat Titik panas (Hotspot) hari ini Rabu (17/9/14) sore sejak pukul 16.00 WIB di pulau Sumatera terdapat 284 Titik panas, sementara di Riau tercatat ada 17 titik.
"17 titik panas di Riau tersebut hanya berada di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan dari titik panas tersebut, tercatat 6 titik api," ujar Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo, Rabu (17/9/14) sore.
Agus memperkirakan, untuk cuaca di Riau pada Umumnya cerah hingga berawan, namun diselimuti kabut asap. "Potensi hujan dengan intensitas ringan dan bersifat lokal diperkirakan terjadi malam hingga dini hari di wilayah Riau Bagian Utara dan Barat," terang Agus.
Sedangkan jarak pandang (Visibility) di jalan raya, sejak sore ini pukul 16.00 WIB, tercatat di Kota Pekanbaru berjarak 3 Km (smoke), di Pelalawan 3 Km (Smoke), sedangkan di Rengat 4 Km (Smoke) dan di Dumai 3 Km (Smoke)
"Berdasarkan data PM10 jam 16.00 WIB di stasiun Meteorologi Pekanbaru terhitung ISPU 71, udara di Riau dinyatakan sedang," jelas Agus.
Sementara itu, Komandan Landasan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kolonel Pnb M Khairil Lubis selaku Satgas Udara dalam penanggulangan bencana Asap Riau mengatakan, asap di Riau pada umumnya berasal dari provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi.
"Memang beberapa titik panas terdapat di Riau, tapi lebih dominan asap di Riau ini berasal dari Sumsel dan Jambi," ujar Khairil Lubis.
Menurutnya, kabut asap di Riau yang hari ini mengalami penurunan, itu diakibatkan rekayasa dan water bombing (Bom Air) yang dilakukan Satgas Udara di Sumsel dan Jambi. Namun, di Riau juga tetap dilakukan water bombing di beberapa titik kebakaran Hutan seperti di kabupaten Indragiri Hulu.
"Kemarin kita juga lakukan water bombing dan modifikasi cuaca di Kabupaten Inhu, ada beberapa titik api disana. Namun Satgas udara lebih dominan melakukannya di Sumsel dan Jambi, karena disana terjadi kebarakaran hutan yang cukup parah," jelas Khairil.
Selain Sumatera Selatan dan Jambi, kebakaran yang lebih parah juga terjadi di Palangkaraya provinsi Kalimantan Tengah, sejumlah helicopter dan Pesawat Hercules yang biasanya digunakan untuk memodifikasi cuaca di Riau digeser kesana.
"Jadi, selain di Sumsel dan Jambi, kebakaran hutan yang parah itu di Palangkaraya. Jika asap di Riau berkurang, itu artinya kebakaran hutan disana (Sumsel dan Jambi) mulai berkurang akibat dari modifikasi cuaca tersebut," pungkas Khairil. [Pan]

