UAS Bicara Akhlak Rasulullah di Rohil, Pesannya Mengarah pada Green Policing

Beritariau.com, Ujung Tanjung -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hilir di Ujung Tanjung, Selasa (22/9/2026), berlangsung dengan nuansa keagamaan sekaligus membawa pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Tabligh akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad (UAS) tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mengaitkan nilai-nilai akhlak Islam dengan pelaksanaan tugas kepolisian melalui semangat green policing.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Riau, Bupati Rokan Hilir H Bistamam, Wakil Bupati Rokan Hilir, Ustaz Abdul Somad, unsur Forkopimda, pimpinan pondok pesantren, Ketua Pengadilan Negeri Rokan Hilir, Danyon dan Dansat Brimob Menggala, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hilir, jajaran kepolisian, tokoh adat, tokoh masyarakat serta ribuan jemaah.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. dalam sambutannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.
Ia menilai ajaran Rasulullah SAW tentang kasih sayang, kepedulian dan larangan melakukan kerusakan di muka bumi memiliki keterkaitan dengan semangat green policing.
Pendekatan tersebut tidak hanya menempatkan kepolisian pada aspek penegakan hukum, tetapi juga mendorong upaya pencegahan, kepedulian sosial dan keberlanjutan lingkungan.
“Meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi alam merupakan bagian dari upaya kita mewujudkan green policing yang berkelanjutan,” ujar Aldi.
Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun institusi tertentu. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan lingkungan tetap terjaga.
Karena itu, kepolisian mengajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan membuang sampah sembarangan, jangan merusak tanaman, dan jangan mencemari sungai. Dari hal-hal sederhana seperti inilah semangat green policing dapat tumbuh,” katanya.
Menurut Aldi, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.
Polisi diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan hukum, tetapi juga mampu membangun pendekatan humanis, mengedepankan pencegahan dan menciptakan kepercayaan publik.
Sementara itu, Bupati Rokan Hilir H Bistamam menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Riau beserta rombongan dan Ustaz Abdul Somad dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.
Ia berharap tausiah yang disampaikan UAS dapat menambah wawasan keagamaan masyarakat, meningkatkan ketakwaan serta memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Bistamam juga menilai Maulid Nabi hendaknya tidak dimaknai sebatas agenda tahunan. Peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk menghayati kembali akhlak Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Termasuk, kata dia, dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan Polres Rokan Hilir, sehingga komitmen untuk melayani masyarakat semakin kuat dan hubungan antara polisi dengan masyarakat semakin dekat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen daerah memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI dan Polri dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang religius, aman, tertib dan sejahtera.
Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan pemberian ucapan selamat kepada jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah serta kepada Ustaz Abdul Somad.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Riau juga memberikan hadiah umrah kepada seorang anggota Polri yang terpilih setelah membaca doa.
UAS Kaitkan Akhlak Rasulullah dengan Kepedulian Lingkungan
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak jemaah melihat keteladanan Nabi Muhammad SAW secara lebih luas.
Menurut UAS, akhlak Rasulullah tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan manusia, tetapi juga mencakup bagaimana manusia memperlakukan makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
Ia menjelaskan bahwa Islam memberikan perhatian terhadap tumbuhan dan kelestarian alam. Karena itu, manusia tidak seharusnya melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan tanpa alasan yang dibenarkan.
Pesan tersebut kemudian memiliki irisan dengan konsep green policing yang tengah didorong dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
UAS mengajak masyarakat membiasakan diri melakukan kebaikan meskipun terlihat sederhana. Menanam, merawat dan menjaga tumbuhan, menurutnya, merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian manusia terhadap keberlangsungan kehidupan.
Dengan demikian, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan teknis atau kebijakan pemerintah, tetapi juga berkaitan dengan etika dan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Dalam tausiyah tersebut, UAS juga menyinggung kepedulian Kapolda Riau terhadap kelestarian satwa dan habitatnya, termasuk keterlibatan dalam upaya penangkaran gajah di kawasan Minas.
Pesan yang disampaikan dalam tabligh akbar tersebut akhirnya mempertemukan nilai keagamaan dengan tanggung jawab sosial dan ekologis.
Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya ditempatkan sebagai nilai spiritual, tetapi juga diterjemahkan dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan, penguatan hubungan polisi dengan masyarakat serta komitmen bersama menjaga keberlanjutan kehidupan di Rokan Hilir. (*)

