Titik panas di Riau meningkat drastis, 31 titik pada 16 September

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Jumat (16/09/16) mendeteksi, dari sebanyak 63 titik panas di daratan Sumatera dengan tingkat kepercayaan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) lebih dari 50 persen, 31 titik diantaranya berada di wilayah Provinsi Riau.
Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin di Pekanbaru, Jumat, menyebut jumlah titik panas itu meningkat drastis dibanding hari sebelumnya, Kamis (15/09/16), dengan total 14 titik.
"Pukul 06.00 wib pagi ini, satelit deteksi 63 titik panas berada di Sumatera," ucapnya.
Sebaran titik panas di Sumatera ini, berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), setelah satelit baik Terra maupun Aqua melakukan pantauan dengan sensor modis.
Sugarin menyataka, ke-31 titik panas di Riau tersebar pada tujuh dari total 12 kabupaten/kota yakni Pelalawan dan Rokan Hulu masing-masing terdeteksi tujuh titik.
Lalu di Siak terpantau satelit 6 titik panas, Dumai dan Kampar terpantau sama-sama memberi 4 titik, Rokan Hilir 2 titik dan Kuantan Singingi 1 titik.
Kemudian, 4 kabupaten terdeteksi oleh satelit dengan 9 titik dari jumlah total titik panas di Riau, merupakan titik api karena memiliki tingkat kepercayaan lebih dari 70 persen atau berpotensi kebakaran lahan dan hutan.
Titik api itu berada di Rokan Hulu 6 titik terpantau berada di kecamatan yakni Rambah Samo 3 titik, Kabun 2 titik dan Ujung Batu 1 titik.
"Sisanya tiga titik lagi terdeteksi di daerah Kandis di Siak, Langgam di Pelalawan dan XIII Koto Kampar di Kampar," terang Sugarin.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau telah memperpanjang status siaga darurat Karlahut yang berlaku selama 6 bulan atau terhitung mulai awal Juni hingga 30 November 2016.
Komandan Satuan Tugas Karlahut Provinsi Riau Brigjen TNI Nurendi menyebut perpanjangan status itu sebagai upaya memaksimalkan pencegahan dan penanggulangan Karlahut karena setiap tahun terus terjadi.
Data terakhir dirilis Satgas Karhutla Riau 2016 menyebutkan kebakaran hutan dan lahan hampir terjadi merata dan hingga kini telah menghanguskan sekitar 3.743 hektare serta menetapkan 86 orang sebagai tersangka. [red]

