Pacu Jalur 2026 Dongkrak Ekonomi Kuansing, Pemkab Evaluasi Potensi PAD

Pacu Jalur 2026 Dongkrak Ekonomi Kuansing, Pemkab Evaluasi Potensi PAD

Beritariau.com, Kuansing -- Event Pacu Jalur 2026 tidak hanya menjadi magnet bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga ikut menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Dampak ekonomi dan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari event budaya tersebut kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kuansing. Evaluasi dilakukan untuk mengukur seberapa besar manfaat yang dihasilkan dari penyelenggaraan Pacu Jalur tahun ini.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat evaluasi realisasi PAD Event Pacu Jalur 2026 di Ruang Rapat Multimedia Kantor Bupati Kuansing, Selasa (1/9/2026).

Rapat dipimpin Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Drs. Muradi, M.Si., mewakili Plt Bupati Kuansing H. Muklisin. Turut hadir Asisten I Dr. Fahdiansyah, Asisten II Azhar, MM., unsur Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah serta pihak terkait lainnya.

Muradi mengatakan, keberhasilan Pacu Jalur tidak cukup hanya dilihat dari ramainya arena perlombaan atau tingginya jumlah pengunjung. Pemerintah daerah juga perlu menghitung dampak ekonomi yang muncul selama event berlangsung serta kontribusinya terhadap PAD.

Menurutnya, sejumlah sektor mengalami peningkatan aktivitas seiring tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan. Di antaranya parkir, perdagangan, lapak UMKM, pariwisata hingga sektor perpajakan.

“Ada beberapa sektor yang langsung terukur terhadap PAD. Di antaranya sektor parkir, pengaturan lapak oleh Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian, kemudian peningkatan kunjungan ke objek-objek wisata, serta sektor pajak seperti perhotelan, reklame dan sektor lainnya,” ujar Muradi.

Ia menyebut tingginya kunjungan selama Pacu Jalur turut memberikan efek berantai bagi pelaku usaha. Tingkat hunian hotel dan penginapan meningkat, sementara aktivitas perdagangan, jasa dan UMKM ikut terdorong.

“Event Pacu Jalur ini memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat. Mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tinggi tentu berdampak terhadap berbagai sektor usaha. Ini harus kita lihat dan ukur secara riil,” katanya.

Karena itu, Pemkab Kuansing akan mengevaluasi realisasi PAD dari setiap sektor yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pacu Jalur. Data tersebut nantinya menjadi bahan untuk melihat potensi penerimaan yang masih dapat dimaksimalkan.

Muradi menegaskan, event berskala besar seperti Pacu Jalur harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat.

“Kita ingin melihat secara riil dampak Pacu Jalur terhadap perekonomian daerah. Jangan sampai event yang besar ini hanya ramai pada saat pelaksanaan, tetapi potensi PAD dan manfaat ekonominya tidak kita kelola secara maksimal. Ini yang harus kita evaluasi dan benahi bersama,” tegasnya.

Keamanan Jadi Penopang Aktivitas Ekonomi

Selain aspek ekonomi, keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pacu Jalur juga menjadi bagian penting dalam evaluasi.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana melalui KBO Reskrim atau Kaur Bin Opsnal Reserse Kriminal Polres Kuansing Iptu Romlan mengatakan situasi keamanan yang kondusif turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian event.

Menurutnya, kondisi yang aman memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, wisatawan maupun pelaku usaha yang beraktivitas selama Pacu Jalur berlangsung.

“Kondisi keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Dengan situasi yang aman dan tertib, masyarakat, wisatawan maupun pelaku usaha dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman,” tuturnya.

Pemkab Kuansing berharap evaluasi tersebut tidak berhenti pada pencatatan penerimaan PAD, tetapi juga menjadi dasar untuk memperbaiki pengelolaan Pacu Jalur pada tahun-tahun berikutnya.

Dengan demikian, Pacu Jalur tidak hanya terus dipertahankan sebagai ikon budaya dan pariwisata Kuansing, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD daerah. (*)