PBAK UIN Suska Riau 2026 Resmi Dibuka, 2.423 Mahasiswa Baru Didorong Jadi Pemimpin Muda

PBAK UIN Suska Riau 2026 Resmi Dibuka, 2.423 Mahasiswa Baru Didorong Jadi Pemimpin Muda

Beritariau.com, Pekanbaru -- Sebanyak 2.423 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mengikuti pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Rabu (26/8/2026).

PBAK tahun ini mengangkat tema “Youth Leadership: Kepemimpinan Muda Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun karakter, integritas dan jiwa kepemimpinan sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.

Pembukaan PBAK secara resmi dilakukan Rektor UIN Suska Riau Prof Dr Hj Leny Nofianti, MS, SE, MSi, Ak, CA. Turut hadir Plt Wakil Direktur Binmas Polda Riau AKBP Efri Yarnuri, pimpinan perbankan syariah serta jajaran civitas akademika UIN Suska Riau.

Ribuan mahasiswa yang mengikuti gelombang pertama berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Pertanian dan Peternakan (Fapertapet), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS), serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

Dalam sambutannya, Prof Leny mengingatkan mahasiswa baru agar tidak melupakan peran dan doa orang tua dalam perjalanan mereka menempuh pendidikan tinggi.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan. Kemampuan memimpin harus diawali dengan kemampuan mengendalikan diri, membangun kedisiplinan, bertanggung jawab, berani mengambil keputusan dan memiliki kemauan untuk terus belajar.

"Ananda sekalian dapat melangkah dan berdiri di kampus ini tidak lepas dari berkah serta ketulusan doa orang tua di rumah. Ingatlah, mintalah senantiasa ridho orang tua di setiap langkah kehidupan Ananda," pesan Prof Leny.

Mahasiswa Diminta Jadi Agen Perubahan

Rektor juga mendorong mahasiswa baru menjadi generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agent of change atau agen perubahan. Karena itu, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan nilai keislaman, akhlak dan integritas.

"Perubahan dunia terjadi dengan sangat cepat dan tidak menunggu kita. Oleh karena itu, pegang erat nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dan pemandu langkah Ananda. Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak dan integritas," tegasnya.

Ia berharap keberhasilan mahasiswa nantinya tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dibekali Wawasan Kewirausahaan hingga Kesadaran Hukum

PBAK 2026 juga menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa baru mengenai berbagai isu strategis.

Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI Dr Ir Herbert Siagian, MSc memberikan materi secara daring. Ia mendorong mahasiswa agar mulai mengenal gerakan koperasi sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis inovasi dan teknologi.

Sementara itu, AKBP Efri Yarnuri memberikan pembekalan mengenai kesadaran hukum dan lingkungan di lingkungan kampus.

Materi yang disampaikan antara lain konsep green policing, pencegahan perundungan atau bullying serta upaya membentengi mahasiswa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, sehat, kondusif dan berintegritas.

Selain itu, Telkomsel turut hadir memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan layanan dan jaringan internet untuk mendukung kegiatan perkuliahan berbasis digital.

Kehadiran berbagai narasumber dan mitra tersebut melengkapi rangkaian PBAK UIN Suska Riau 2026 yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa dengan karakter kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kewirausahaan, kesadaran hukum serta kemampuan beradaptasi dengan transformasi digital. (*)