Dari Pemotong Rumput di Siak hingga NASA, Rahmat Buktikan Talenta Digital Bisa Tumbuh dari Daerah

Beritariau.com, Siak -- Pekerjaan bukan batas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan. Hal itu dibuktikan Rahmat Setiawan, pemuda asal Perawang, Kabupaten Siak, yang berhasil mendapat pengakuan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) berkat temuannya di bidang keamanan siber.
Di usia 27 tahun, Rahmat tercatat dalam NASA Hall of Fame setelah menemukan dan melaporkan celah keamanan pada salah satu sistem milik lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.
Temuan itu disampaikan melalui program resmi NASA, Vulnerability Disclosure Program (VDP). Setelah melalui proses verifikasi tim keamanan, laporan yang disampaikan Rahmat dinyatakan valid dan namanya kemudian masuk dalam daftar apresiasi keamanan siber NASA.
Kisah tersebut menjadi semakin menarik karena Rahmat bukan berasal dari kalangan profesional teknologi. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai pemotong rumput pada salah satu perusahaan di Siak dengan status outsourcing.
Rahmat merupakan lulusan SMK YPPI Tualang jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Sejak 2021, ia mulai serius mempelajari teknologi dan keamanan siber secara otodidak.
Bermodal rasa ingin tahu serta ketekunan belajar secara mandiri, Rahmat kemudian mengembangkan kemampuannya hingga mampu menemukan kerentanan pada sistem digital milik institusi besar.
Pengakuan terhadap kemampuannya tidak hanya datang dari NASA. Rahmat juga disebut pernah memperoleh apresiasi dari Google atas temuan di bidang keamanan siber.
Di hadapan Bupati Siak Afni Zulkifli, Rahmat mengungkapkan bahwa kemampuannya sempat menarik perhatian sejumlah pihak yang menawarkan pekerjaan untuk meretas sistem perbankan maupun sistem lainnya.
Namun, Rahmat memilih menggunakan kemampuannya melalui jalur yang legal. Ia mengaku pernah melakukan pengujian keamanan terhadap sistem pemerintah daerah, tetapi menegaskan tidak pernah meretas sistem pemerintah daerah di wilayah Riau.
Bupati Siak Dorong Rahmat Lanjut Kuliah
Bupati Siak Afni Zulkifli menilai kemampuan Rahmat merupakan talenta yang layak mendapatkan perhatian dan pendampingan pemerintah.
“Anak muda luar biasa, cuma pemotong rumput, tapi bisa mendapat penghargaan dari NASA dan Google, raksasa teknologi dunia,” kata Afni, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kisah Rahmat menunjukkan bahwa potensi anak muda di daerah sangat besar. Banyak talenta yang mungkin belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang maupun memperoleh pengakuan.
Afni bahkan menyebut Rahmat sebagai aset daerah sekaligus aset bangsa yang perlu didukung agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan.
“Rahmat ini adalah aset bagi negara ini, khususnya Kabupaten Siak dan Riau. Kita perlu membimbing lagi dan berupaya agar beliau bisa melanjutkan kuliah S1 dengan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Siak,” ujarnya.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan memberikan pendampingan agar kemampuan Rahmat tetap diarahkan untuk hal-hal positif dan bermanfaat.
“Ilmu yang didapat secara otodidak ini harus digunakan untuk kepentingan kebaikan. Prestasi ini perlu kita hargai dan menjadi perhatian bersama,” katanya.
Kisah Rahmat menjadi gambaran bahwa talenta digital tidak selalu lahir dari bangku perguruan tinggi atau perusahaan teknologi. Dengan kemauan belajar, ketekunan dan ruang yang tepat, kemampuan tersebut dapat berkembang dari mana saja.
Dari pekerjaan sehari-hari sebagai pemotong rumput di Siak, Rahmat kini mampu membawa namanya ke dalam daftar apresiasi keamanan siber NASA—sebuah pencapaian yang sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah untuk berani belajar dan mengembangkan potensi. (*)

