Goldfish Merdeka Fest Jadi Panggung Kreativitas dan Talenta Muda Inhil

Goldfish Merdeka Fest Jadi Panggung Kreativitas dan Talenta Muda Inhil

Beritariau.com, Tembilahan -- Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diwarnai dengan hadirnya ruang kreatif bagi generasi muda melalui Goldfish Merdeka Fest Vol. 1.

Digelar di Goldfish Cafe Tembilahan, Jalan Trimas Permai, sejak Sabtu (16/8/2026), kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar dan anak muda untuk menampilkan bakat sekaligus mengembangkan kreativitas dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Beragam pertunjukan disuguhkan dalam festival tersebut, mulai dari pembacaan puisi, solo vocal, penampilan band hingga stand up comedy. Kehadiran berbagai talenta muda membuat kegiatan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri.

Manajer Goldfish, Narto, mengatakan Goldfish Merdeka Fest digelar sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda Inhil agar dapat mengisi kemerdekaan melalui karya dan kegiatan positif.

“Selain memberi kesempatan anak-anak muda Inhil untuk tampil, kami juga ingin memberi pengalaman, kepercayaan diri dan motivasi generasi bangsa untuk terus memupuk semangat berkarya,” ujar Narto.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian seni, budaya serta potensi lokal yang berkembang di Kabupaten Inhil.

Tidak hanya pelajar dan komunitas seni, festival tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk dan karya mereka kepada masyarakat.

“Kami juga membuka kesempatan para pelaku UMKM untuk mengekspos karya-karya terbaik mereka agar dikenal lebih luas,” tambahnya.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari siswa SMAN 1 Tembilahan. Para siswa tampil membawa pengalaman dan prestasi yang telah diraih dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

Prestasi tersebut bahkan berhasil mengantarkan siswa pada cabang seni kriya dan monolog hingga ke tingkat nasional. Capaian itu menjadi bukti bahwa Inhil memiliki talenta-talenta muda yang berpotensi berkembang apabila mendapatkan ruang dan dukungan yang memadai.

Pembina FLS3N sekaligus Guru Seni SMAN 1 Tembilahan, Siti Aminah, mengatakan pengembangan bakat seni di kalangan pelajar masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan fasilitas dan pemahaman sebagian orang tua terhadap proses pembinaan seni.

“Harapan saya semoga ke depannya orang tua dapat memahami bahwa proses seni ini sangat panjang, jadi perlu latihan dan waktu yang tidak sebentar,” tuturnya.

Selama ini, proses latihan para siswa masih harus memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekolah, termasuk ruang kelas dan laboratorium.

Menurut Siti Aminah, keberadaan fasilitas khusus pertunjukan seni akan sangat membantu proses pengembangan kreativitas sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni di Inhil.

“Kalau untuk proses latihan, selama ini terpaksa memanfaatkan ruang kelas dan laboratorium sekolah,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Inhil maupun berbagai pihak terkait dapat mendorong hadirnya gedung pertunjukan seni di Tembilahan.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai tidak hanya mendukung kegiatan seni pelajar, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan kreativitas, pertunjukan budaya, sekaligus ruang bertemunya komunitas seni dan pelaku ekonomi kreatif.

Melalui Goldfish Merdeka Fest, semangat kemerdekaan pun hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan generasi muda: memberikan ruang untuk berani tampil, berkarya, berprestasi, sekaligus memperkenalkan potensi lokal Inhil kepada masyarakat yang lebih luas. (*)