Bupati Kampar Buka Pelatihan Kewirausahaan Baznas, Dorong Mustahik Jadi Pelaku Usaha Mandiri

Beritariau.com, Bangkinang -- Pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya dilakukan melalui program pelatihan kewirausahaan dan penyaluran zakat produktif bagi mustahik.
Program yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kampar tersebut resmi dibuka Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT., Rabu (19/8/2026).
Kegiatan bertajuk Pelatihan Kewirausahaan bagi Pelaku UMKM Baznas Kampar Tahun 2026 itu sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan bantuan zakat produktif kepada para penerima manfaat.
Turut hadir Ketua BAZNAS Kampar Arizon, SE., Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kampar Edward, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kampar Ir. Kholida, perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kampar, serta para peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Kampar yang dinilai konsisten mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional serta tepat sasaran.
Menurutnya, bantuan zakat produktif tidak seharusnya hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi perlu dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Ia berharap para mustahik dapat memanfaatkan pelatihan dan bantuan tersebut secara maksimal sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, pemasaran, serta inovasi produk bagi pelaku UMKM,” ujar Ahmad Yuzar.
Bupati juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam mengembangkan usaha masing-masing.
Menurutnya, peningkatan kemampuan pelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat bertahan, berkembang dan memiliki daya saing.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kampar Arizon berharap bantuan zakat produktif yang diberikan dapat menjadi stimulus bagi penerima manfaat untuk meningkatkan produktivitas usahanya.
Program tersebut juga diharapkan mampu mendorong perubahan kondisi penerima manfaat, dari yang sebelumnya berstatus mustahik secara bertahap menjadi masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Pelatihan kewirausahaan dan penyerahan bantuan zakat produktif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemkab Kampar dan BAZNAS dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui program tersebut, bantuan zakat diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu menciptakan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Kampar. (*)

