Hadirkan Ulama Muda Refliyandi Syahfitra

RMTN Kampar Gelar Tawajjuh Akbar dan Maulid Nabi 1448 H

RMTN Kampar Gelar Tawajjuh Akbar dan Maulid Nabi 1448 H

Beritariau.com, Kampa — Rabithah Mursyidin Thariqat Naqsyabandiyah (RMTN) Kabupaten Kampar menggelar Tawajjuh Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Islamic Center Al Hidayah, Kecamatan Kampa, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti jamaah tarekat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kampar. Sejak sore hari, para jamaah mulai memadati masjid Pondok Pesantren Islamic Center Al Hidayah untuk mengikuti rangkaian zikir, tawajjuh, doa bersama, dan tausiyah keagamaan.

Tawajjuh Akbar kali ini menghadirkan ulama muda Syekh Refliyandi Syahfitra atau yang akrab disapa Buya Angku Mudo Rafli. Ia merupakan pimpinan Halaqah Surau Suluk Bustan Al-Salikin, Naga Beralih, Kecamatan Kampar Utara.

Kehadiran ulama muda tersebut menjadi bagian dari upaya RMTN Kampar menghadirkan pembinaan keagamaan yang dekat dengan masyarakat, khususnya dalam memperkuat pemahaman spiritual dan meningkatkan kualitas ibadah jamaah.

Syekh Muda Rafli didampingi Ketua RMTN Kabupaten Kampar Abuya H. Muhammad Abdi, Lc., MA dan Sekretaris RMTN Kabupaten Kampar Fadli Azmi, Lc., MH. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan tausiyah sekaligus memberikan pemahaman mengenai makna tawajjuh dalam kehidupan seorang muslim.

Menurutnya, tawajjuh dan zikir tidak semata-mata merupakan rangkaian ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki sikap dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan tawajjuh, zikir, dan doa, kita berharap ada perubahan sikap dan perilaku pada diri masing-masing dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Syekh Muda Rafli.

Ia mengingatkan jamaah agar menjadikan zikir sebagai salah satu jalan untuk menjaga kejernihan hati. Hati yang bersih, menurutnya, akan membantu seseorang menjauhkan diri dari prasangka buruk, iri hati, dan kedengkian terhadap sesama.

“Mari kita jaga hati kita untuk taat kepada Allah SWT, menuju ke jalan yang benar, jalan yang diridhai Allah SWT,” pesannya.

Selain membahas pentingnya zikir dan tawajjuh, Syekh Muda Rafli turut mengaitkan kegiatan tersebut dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Maulid Nabi merupakan momentum untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau.

Kecintaan kepada Rasulullah, lanjutnya, hendaknya tidak berhenti pada ungkapan dan peringatan semata, tetapi diwujudkan melalui keteladanan terhadap akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, tawajjuh dipahami sebagai bentuk pengarahan hati dan konsentrasi batin kepada Allah SWT yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan bimbingan mursyid atau ulama tarekat.

Perpaduan antara tawajjuh, zikir, doa, dan peringatan Maulid Nabi diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual bagi jamaah sekaligus mendorong lahirnya sikap yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.

RMTN Kabupaten Kampar berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarjamaah, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta membangun kehidupan masyarakat yang semakin religius, damai, dan berakhlak. (*)