Riau Investment Award 2026
Pemprov Riau Apresiasi Daerah dan Perusahaan dengan Investasi Tertinggi

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyerahkan sejumlah penghargaan dalam ajang Riau Investment Award Periode Januari–Juni 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah dan perusahaan yang mencatatkan realisasi investasi tertinggi sekaligus dinilai memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi, pemberdayaan UMKM, serta penyerapan tenaga kerja, termasuk penyandang disabilitas.
Kepala DPMPTSP Riau Vera Angelika OK mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah provinsi kepada berbagai pihak yang berkontribusi terhadap pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah.
"Ini menjadi bentuk apresiasi Pemprov Riau kepada sejumlah pihak yang memiliki realisasi investasi tertinggi dan juga telah berkontribusi dalam pembangunan Riau," kata Vera.
Pekanbaru Raih Investasi Daerah Tertinggi
Pada kategori Realisasi Investasi Terbesar Tingkat Kabupaten/Kota periode Januari–Juni 2026, Kota Pekanbaru menempati peringkat pertama dengan realisasi investasi sebesar Rp7,55 triliun.
Posisi kedua ditempati Kota Dumai dengan realisasi investasi mencapai Rp5,57 triliun, sedangkan Kabupaten Kampar berada di peringkat ketiga dengan realisasi Rp5,29 triliun.
Capaian tersebut menjadi gambaran tingginya aktivitas investasi di sejumlah daerah sekaligus menunjukkan kontribusi kabupaten dan kota dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Riau.
TH Indo Plantations Tertinggi di Kategori PMA
Untuk kategori Penanaman Modal Asing (PMA), penghargaan peringkat pertama diberikan kepada PT TH Indo Plantations dengan realisasi investasi sebesar Rp1,57 triliun.
Peringkat kedua diraih PT Semesta Alam Permai dengan realisasi investasi Rp1,46 triliun. Sementara PT Gandarah Hendana berada di posisi ketiga dengan realisasi investasi Rp1,43 triliun.
Sementara pada kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), posisi pertama diraih PT Hutama Karya dengan realisasi investasi mencapai Rp6,48 triliun.
Peringkat kedua ditempati PT Arara Abadi dengan realisasi Rp1,98 triliun, sedangkan PT Energi Sejahtera Mas berada di peringkat ketiga dengan realisasi Rp1,57 triliun.
Apresiasi untuk Kemitraan UMKM
Tidak hanya berdasarkan besaran investasi, Pemprov Riau juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang dinilai aktif membangun kemitraan dan memberdayakan UMKM.
Pada kategori Kemitraan Terbaik dengan UMKM, First Resources Group mendapatkan penghargaan melalui program Inkubasi UMKM Disabilitas dengan jumlah binaan mencapai 300 penyandang disabilitas.
Penghargaan berikutnya diberikan kepada PT Marita Makmur Jaya melalui program Inkubasi UMKM Kopi dengan empat UMKM binaan.
Sementara PT Sahabat Sawit Rokan Sejahtera mendapat apresiasi atas program pembentukan legalitas koperasi disabilitas dengan satu kelompok yang beranggotakan 300 orang.
Serap 51 Pekerja Penyandang Disabilitas
Pada kategori Pembinaan Tenaga Kerja Disabilitas, Pemprov Riau memberikan penghargaan kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Perusahaan tersebut dinilai berhasil melakukan penyerapan sekaligus pembinaan terhadap 51 pekerja penyandang disabilitas.
Vera menegaskan bahwa pemberian Riau Investment Award tidak semata-mata berorientasi pada besarnya nilai modal yang ditanamkan. Menurutnya, pemerintah ingin memberikan penghargaan kepada pelaku usaha dan pemerintah daerah yang mampu menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
"Pemberian Riau Investment Award ini merupakan bentuk apresiasi Pemprov Riau kepada pelaku usaha dan pemerintah daerah yang tidak hanya mengejar angka investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata berupa penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM, dan pemberdayaan kelompok rentan," pungkasnya.
Melalui penghargaan tersebut, Pemprov Riau berharap investasi yang tumbuh di daerah semakin memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat keterhubungan antara perusahaan besar, UMKM, tenaga kerja lokal, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan akses ekonomi lebih luas. (*)

