Dalam Hitungan Detik Api Sambar Membran

PLTBG kebanggaan Kemen-ESDM di Rohul meledak & terbakar, Polisi periksa asal api

PLTBG kebanggaan Kemen-ESDM di Rohul meledak & terbakar, Polisi periksa asal api

MEMBRAN PLTBG ROHUL HANGUS - Foto Membran PLTBG Kebanggan Kementerian ESDM di Rohul Pasca Dilalap Api | Istimewa

‎Beritariau.com, Rohul - Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) kapasitas 1 Mega Watt (MW) yang merupakan pilot project nasional kebanggaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang berada di DK-1 SKPF Rantau Sakti Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul), Selasa (06/09/16) sore hangus terbakar.

Sebelum terbakar, PLTBG yang menggunakan limbah cair atau Pome dari PT Arya Rama Prakasa dan diresmikan Wakil Menteri ESDM Soesilo Siswoutomo pada 16 September 2014 lalu ini, meledak dan menimbulkan api, sehingga menghanguskan ABR (balon/lianer penampung gas metan) atau POME.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH menerangkan, kejadian itu berawal pada Selasa sekitar pukul 14.30 wib. Saat itu, petugas PLTBG menemukan sobekan kecil pada ABR (balon/lianer penampung gas metan atau POME).

Kemudian, sekitar pukul 17.30 wib, kontraktor Repear Bio Membran bernama Rudiyana melakukan penempelan, dan tiba-tiba saja muncul api dari alat penempel biasa disebut hot gun yang dipakai.

Melihat api, Rudiyana langsung turun sambil berteriak “ada api” ke pekerja lain di sekitar Bio Membran sambil berlari menyelamatkan diri ke perkebunan kelapa sawit, tak jauh dari PLTBG.

Dari keterangan warga sekitar, lanjut Yusuf, ledakan menimbulkan api sangat besar dan api makin membesar hingga radius 30 meter, dengan durasi antara 10 detik hingga 20 detik.

Pengelola PLTBG kemudian berupaya memadamkan api yang membakar ABR (plastik balon penyimpanan gas metan), pakai 2 mesin robin dan ember dilakukan pengelola dibantu warga setempat.

Hingga akhirnya pada Selasa malam sekitar pukul 19.55 wib, api yang membakar ABR atau balon membran baru berhasil dipadamkan.

"Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta," kata Yusuf, Jumat (09/09/16).

Selain membantu pemadaman, tim Polres Rohul juga melakukan identifikasi dan penyelidikan di lokasi PLTBG Desa Rantau Sakti yang meledak dan terbakar.

Selain melakukan identifikasi, Tim Polres Rohul juga sedang mengkaji penyebab kebakaran yang merupakan pusat energi baru. Kejadian itu terjadi justru saat petugas sedang melakukan penempelan balon membran yang bocor.

Yusuf menjelaskan, petugas PLTBG menemukan sobekan kecil pada ABR (balon/lianer penampung gas metan atau POME). "Hal inilah yang perlu kita lakukan pemeriksaan," katanya.

Untuk diketahui, pembangunan PLTBG ini bekerjasama dengan PT Merangkai Artha Nusantara dan dibiayai penuh oleh PT Pasadena Engineering Indonesia (PEI) selaku investor yang menelan dana sekitar Rp40 miliar lebih.

Bahkan, dalam peringatan HUT RI Ke 71 yang digelar Pemkab Rohul, PLTBG ini masuk dalam daftar delapan besar Nominator Calon Penerima Penghargaan Energi Kategori Prakarsa Kelompok Masyarakat 2016 oleh Kementerian ESDM.

"Ini jadi hadiah HUT RI (ke-71) bagi kita (Rohul). Apalagi PLTBG Rantau Sakti satu-satunya perwakilan Riau," ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul, Yusmar pada Kamis, 18 Agustus 2016 lalu. [red]