Wali Kota Pekanbaru Dorong UMKM Adaptif Hadapi Persaingan Bisnis di Era AI

Beritariau.com, Pekanbaru -- Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mendorong pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) agar mampu memenangkan persaingan bisnis yang semakin ketat.
Dorongan tersebut disampaikan Agung saat menghadiri sekaligus menutup Corporate Day The 14th Pekanbaru Marketing Festival 2026 yang mengusung tema Winning the Competition in the Age of AI di Hotel Premier Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).
Agung mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, praktisi pemasaran, akademisi, hingga perusahaan untuk bertukar pengetahuan mengenai perkembangan strategi pemasaran di tengah transformasi digital.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak lagi menjadi pilihan tambahan bagi pelaku usaha, melainkan kebutuhan yang harus dipahami agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Kita mengapresiasi acara ini yang memberikan banyak bimbingan dan pengetahuan marketing kepada badan-badan usaha dan UMKM, bahkan kepada kampus-kampus, khususnya yang ada di Kota Pekanbaru," ujar Agung.
Ia menilai peningkatan kemampuan pemasaran akan memberikan dampak langsung terhadap perkembangan usaha masyarakat. Ketika UMKM mampu memperluas pasar dan meningkatkan penjualan, aktivitas ekonomi daerah juga ikut bergerak.
Karena itu, Pemko Pekanbaru membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan kalangan profesional, untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM.
"Dengan adanya kegiatan seperti ini, pemerintah tidak bekerja sendiri. Kita bisa berkolaborasi dengan badan usaha untuk meningkatkan perekonomian. Ketika para pedagang dan pelaku usaha mampu meningkatkan penjualannya, maka perekonomian Kota Pekanbaru juga akan ikut tumbuh," jelasnya.
Corporate Day tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026 yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2026 di Pekanbaru. Forum ini menghadirkan berbagai pembahasan mengenai strategi pemasaran, penguatan merek, perubahan perilaku konsumen, serta tantangan dunia usaha di tengah perkembangan AI.
Founder sekaligus Chairman MCorp, Hermawan Kartajaya, mengatakan Indonesia Marketing Festival 2026 digelar di tujuh kota besar di Indonesia. Pekanbaru menjadi salah satu kota yang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Hermawan menekankan bahwa perkembangan AI telah membawa perubahan besar terhadap dunia pemasaran. Pelaku usaha dituntut tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu membaca perubahan kebutuhan dan perilaku konsumen.
"Marketing adalah strategi memenangkan persaingan. Di era AI, tantangannya semakin besar karena perilaku pelanggan terus berubah. Membangun sebuah brand agar tetap relevan kini jauh lebih menantang dibanding sebelumnya," katanya.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci bagi pelaku usaha untuk mempertahankan relevansi produk di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Bagi UMKM di Pekanbaru, pemanfaatan teknologi digital dan AI dapat menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat promosi, membangun merek, hingga memperluas jangkauan pasar.
Pemko Pekanbaru berharap forum seperti Pekanbaru Marketing Festival tidak berhenti sebagai kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi dapat mendorong lahirnya kolaborasi dan inovasi baru yang memberikan dampak nyata terhadap perkembangan UMKM serta perekonomian daerah. (*)

